Dukcapil Harus Laporkan Peretasan, Polisi Baru Bisa Menindaklanjuti

Kompas.com - 16/07/2019, 23:43 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat ditemui di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (4/7/2019). KOMPAS.com/Devina HalimKepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat ditemui di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (4/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Situs Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ( Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Selasa (16/7/2019) pagi, diretas.

Namun Polri mengaku, belum mendapatkan laporan perihal peretasan tersebut.

"Belum ada informasi peretasan situs Dukcapil," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (16/7/2019).

Dedi menambahkan, agar penyidik kepolisian bisa menginvestigasi peristiwa peretasan tersebut, pihak korban alias Dukcapil Kemendagri harus melayangkan laporan polisi terlebih dahulu.

"Harus ada pihak yang dirugikan, baru (Direktorat Tindak Pidana) Siber Bareskrim akan menindaklanjuti," kata Dedi.

Tangkapan layar situs disdukcapil diretasKompas.com Tangkapan layar situs disdukcapil diretas
Diberitakan, situs yang beralamat http:// dukcapil. kemendagri.go.id/ pada Selasa pagi ini tidak bisa diakses dengan normal.

Alih-alih situs Dukcapil, saat KompasTekno coba membukanya pada Selasa (16/7/2019) pukul 09.18 WIB, laman desktop tersebut malah menampilkan serangkaian tulisan dalam bahasa Jepang.

Jika diartikan, di bagian atas menampilkan iklan dan di bagian bawah merupakan keterangan "laman tidak ditemukan". Muncul juga sebuah pop-up yang diduga menampilkan nama hacker pelaku peretasan.

Namun sekitar pukul 09.45 WIB, situs desktop dan mobile Dukcapil itu sudah bisa diakses kembali.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X