Untuk Pertama Kali Sejak Pilpres, Sandiaga Uno Bertemu Erick Thohir

Kompas.com - 13/07/2019, 17:39 WIB
Calon wakil presiden nomor urut 02 pada Pilpres 2019 Sandiaga Uno akhirnya bertemu dengan Ketua Tim Kampanye Nasional pasangan Joko Widodo-Maruf Amin (TKN) Erick Thohir. KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOCalon wakil presiden nomor urut 02 pada Pilpres 2019 Sandiaga Uno akhirnya bertemu dengan Ketua Tim Kampanye Nasional pasangan Joko Widodo-Maruf Amin (TKN) Erick Thohir.

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil presiden nomor urut 02 pada Pilpres 2019 Sandiaga Uno akhirnya bertemu dengan Ketua Tim Kampanye Nasional pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin (TKN) Erick Thohir.

Pertemuan tersebut digelar untuk pertama kalinya sejak masa Pilpres 2019.

"Ini pertemuan pertama kali (sejak Pilpres 2019)," ujar Erick, di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (13/7/2019).

Baca juga: Sandiaga Uno ke Jokowi-Maruf: Selamat Menjalankan Amanah Rakyat

Saat itu, keduanya tengah menghadiri acara yang digagas oleh organisasi Gerakan Millenial Indonesia dan Kita Satu bertajuk "Young penting Indonesia".

Gerakan Millenial Indonesia merupakan organisasi relawan anak muda yang mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sedangkan, Kita Satu adalah organisasi relawan milenial pendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Acara ini digelar sebagai wadah anak muda untuk saling kembali bersatu pasca-Pilpres dan menghapus sekat perbedaan dukungan.

Baca juga: Kunjungi Lombok Barat, Sandiaga Uno Diteriaki Presiden, Presiden

Dalam kesempatan yang sama, Sandiaga berharap generasi muda dapat menyikapi perbedaan pilihan politik tanpa perlu bermusuhan.

"Anak-anak muda yang akan membawa Indonesia menjadi lebih baik lagi ke depan. Jadi, demi anak muda kami berkumpul," kata Sandiaga.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pegawai KPK Jadi ASN, PPP Minta Gaji dan Tunjangan Mereka Tak Dikurangi

Pegawai KPK Jadi ASN, PPP Minta Gaji dan Tunjangan Mereka Tak Dikurangi

Nasional
Alasan Pengesahan Revisi UU KPK Jalan Terus meski Hanya Disaksikan 102 Anggota DPR

Alasan Pengesahan Revisi UU KPK Jalan Terus meski Hanya Disaksikan 102 Anggota DPR

Nasional
UU KPK Hasil Revisi Bisa Diuji Materil Maupun Formil di MK

UU KPK Hasil Revisi Bisa Diuji Materil Maupun Formil di MK

Nasional
Simbol Kematian KPK, Replika Makam di Gedung KPK Ditaburi Bunga

Simbol Kematian KPK, Replika Makam di Gedung KPK Ditaburi Bunga

Nasional
Pakar: Revisi UU KPK Memang Perlu, tapi Tak Mendesak

Pakar: Revisi UU KPK Memang Perlu, tapi Tak Mendesak

Nasional
Sebelum Sita dan Geledah, KPK Wajib Minta Izin Tertulis Dewan Pengawas

Sebelum Sita dan Geledah, KPK Wajib Minta Izin Tertulis Dewan Pengawas

Nasional
Revisi UU KPK Disahkan, Pegawai KPK dan Aktivis Sorot Laser ke Logo KPK

Revisi UU KPK Disahkan, Pegawai KPK dan Aktivis Sorot Laser ke Logo KPK

Nasional
Hilangkan Asap, 40 Ton Kapur Tohor Aktif Bakal Ditabur di Kawasan Karhutla Sumatera dan Kalimantan

Hilangkan Asap, 40 Ton Kapur Tohor Aktif Bakal Ditabur di Kawasan Karhutla Sumatera dan Kalimantan

Nasional
Pengesahan Revisi UU KPK Hanya Disaksikan 102 Anggota DPR

Pengesahan Revisi UU KPK Hanya Disaksikan 102 Anggota DPR

Nasional
Menkumham: Dibilang Naskah Akademik RUU KPK Tak Ada, Yang Benar Aja!

Menkumham: Dibilang Naskah Akademik RUU KPK Tak Ada, Yang Benar Aja!

Nasional
Sempat Ditunda, DPR Akhirnya Sahkan RUU Sumber Daya Air Jadi UU

Sempat Ditunda, DPR Akhirnya Sahkan RUU Sumber Daya Air Jadi UU

Nasional
Jadi Lembaga Eksekutif, KPK Dikhawatirkan Hanya Jadi Perpanjangan Tangan Presiden

Jadi Lembaga Eksekutif, KPK Dikhawatirkan Hanya Jadi Perpanjangan Tangan Presiden

Nasional
Mayoritas DPD II Jateng Ingin Airlangga Hartarto Kembali Pimpin Golkar

Mayoritas DPD II Jateng Ingin Airlangga Hartarto Kembali Pimpin Golkar

Nasional
Moeldoko Sebut Pangdam dan Kapolda Dievaluasi Usai Kebakaran Hutan Padam

Moeldoko Sebut Pangdam dan Kapolda Dievaluasi Usai Kebakaran Hutan Padam

Nasional
KPK Punya Kewenangan Menerbitkan SP3 dengan Jangka Waktu 2 Tahun

KPK Punya Kewenangan Menerbitkan SP3 dengan Jangka Waktu 2 Tahun

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X