Cerita Terdakwa Suap Seleksi Jabatan yang Menyesal Beri Uang ke Romahurmuziy

Kompas.com - 10/07/2019, 18:17 WIB
Sidang lanjutan terdakwa Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanudin di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (3/7/2019) KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMANSidang lanjutan terdakwa Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanudin di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (3/7/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Muafaq Wirahadi, menyesal telah memberikan tas berisi uang sebesar Rp 50 juta ke mantan Ketua Umum PPP sekaligus anggota DPR Muhammad Romahurmuziy.

Muafaq mengaku bahwa pemberian uang itu diperintah Abdul Rochim, sepupu dari Romahurmuziy

"Karena saya diperintah oleh Aim (panggilan Rochim) untuk memberikan kepada Romy Rp 50 juta, maka dengan kebodohan saya, saya menyesal. Ini loh, kok saya menuruti saja," kata Muafaq saat duduk di kursi terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Muafaq menuturkan, menjelang 15 Maret 2019, Rochim menghubungi dirinya bahwa Romahurmuziy akan berkunjung ke Surabaya. Rochim juga mengaku akan membawa kakaknya bernama Abdul Wahab.

Saat itulah, Rochim memerintahkan dirinya membawa uang Rp 50 juta. Pada pagi hari, ia bertemu dengan Wahab dan terdakwa Kakanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin di Hotel Bumi Surabaya.

"Setelah itu Romy muncul ke lobi. Pak Haris keluar lobi. Nah setelah Mas Romy hadir, Romy berbincang dengan Wahab. Saya enggak gitu memahami setelah itu saya diberikan kesempatan berbincang dengan Mas Romy," kata Muafaq.

Baca juga: Jaksa Heran Romahurmuziy Tak Segera Laporkan Penerimaan Uang Rp 250 Juta ke KPK

Kepada Romy, Muafaq menyampaikan informasi bahwa dirinya berhasil dilantik sebagai Kepala Kantor Kemenag Gresik. Romy, kata Muafaq, mengapresiasi kabar tersebut.

"Setelah itu Romy mau meninggalkan tempat. Di samping kiri saya bawa tas dalamnya uang Rp 50 juta. Kalimat kedua saya sampaikan, 'Mas terima kasih, ini dari saya'. Mas Romy panggil ajudannya begitu. Karena Romy dan ajudannya ke restoran, saya balik kiri, pulang, ajudan dan Romy ke restoran. Saya melihat tas itu dibawa ajudan," ujarnya.

Dalam kasus ini, Muafaq didakwa menyerahkan uang Rp 91,4 juta kepada Romahurmuziy alias Romy.

Menurut jaksa, uang tersebut diberikan karena Romy secara langsung atau tidak langsung mengintervensi proses pengangkatan Muafaq sebagai Kepala Kantor Kemenag Gresik.

Awalnya, Muafaq mengetahui bahwa namanya tidak masuk dalam daftar calon kepala kantor Kemenag.

Muafaq kemudian menghubungi Abdul Rochim yang merupakan sepupu Romy. Muafaq meminta agar dia dikenalkan dengan Romy. Selanjutnya, Muafaq menemui Romy di sebuah hotel di Surabaya.

Muafaq meminta Romy membantu dia agar diangkat sebagai kepala kantor Kemenag. Menurut jaksa, atas permintaan itu, Romy menyanggupinya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X