Terdakwa Muafaq Mengaku Beri Uang Rp 50 Juta ke Staf Khusus Menag

Kompas.com - 10/07/2019, 16:25 WIB
Terdakwa mantan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi bersiap menjalani sidang lanjutan dalam kasus suap seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi Kementerian Agama, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (19/6/2019). Sidang tersebut beragenda mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum KPK. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pd. Aprillio AkbarTerdakwa mantan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi bersiap menjalani sidang lanjutan dalam kasus suap seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi Kementerian Agama, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (19/6/2019). Sidang tersebut beragenda mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum KPK. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pd.

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Muafaq Wirahadi mengaku memberikan uang Rp 50 juta ke staf khusus Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Gugus Joko Waskito.

Menurut Muafaq, hal itu berdasarkan hasil diskusi dengan Abdul Rochim, sepupu mantan Ketua Umum PPP sekaligus anggota DPR Romahurmuziy.

"Itu Aim (panggilan Abdul Rochim) berdiskusi kepada saya, Gugus juga dikasih. Kalau Gugus, kira-kira pantesnya piro, hasil diskusi dengan Aim muncul Rp 50 juta," kata Muafaq ketika menanggapi saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Baca juga: Jaksa Heran Romahurmuziy Tak Segera Laporkan Penerimaan Uang Rp 250 Juta ke KPK

Muafaq merasa Gugus juga ikut memberikan perhatian kepadanya yang menginginkan promosi jabatan di Kemenag Gresik. Muafaq mengaku komunikasinya dengan Gugus juga cukup intensif.

Muafaq juga ingat dirinya pernah menanyakan ke Gugus kapan bisa promosi jabatan. Gugus, kata Muafaq, pernah menjanjikan akan menyampaikan pesan itu ke pejabat di Kanwil Kemenag Jawa Timur.

"Karena saya menyampaikan kepada Gugus dan Gugus komunikasinya juga seakan-akan membantu saya," kata Muafaq.

Muafaq mengaku kenal Gugus sejak September 2017 di salah satu mal di Jakarta. Saat itu, ia juga saling bertukar nomor ponsel.

"Pada saat akhir Januari atau awal Februari saya lupa, saudara saksi Gugus Joko WA saya bahwa posisi berada di Trawas, Mojokerto, setelah WA saya, maka pada malam harinya saya berangkat ke sana, bertemu," kata Muafaq.

Menurut Muafaq, saat itu sedang ada kegiatan yang cukup ramai dihadiri jajaran pejabat Kemenag se-Jawa Timur. Di sana, ia sempat berbincang-bincang dengan Gugus hingga malam hari.

Staf Khusus Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Gugus Joko Waskito bersaksi di  Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (10/7/2019).KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMAN Staf Khusus Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Gugus Joko Waskito bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (10/7/2019).
"Saya mau pamitan, saya dengan saudara saksi menuju ke kamar hotel, lalu di dalam kamar hotel itu, saya mengucapkan terima kasih atas bantuannya dan saya serahkan uang Rp 50 juta, saya ambil dari dalam tas saya. Terus saya bungkus uang itu dalam kresek hitam, saya berikan kepada saudara saksi dan saksi menyatakan sama-sama, lalu saya pulang," kata dia.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Depok Masuk Kategori Zona Merah Covid-19

Depok Masuk Kategori Zona Merah Covid-19

Nasional
Keputusan PBNU Tetap Ikut Program Organisasi Penggerak Kemendikbud

Keputusan PBNU Tetap Ikut Program Organisasi Penggerak Kemendikbud

Nasional
Satgas: Tidak 'Lockdown' Bukan Berarti Pemerintah Terapkan 'Herd Immunity'

Satgas: Tidak "Lockdown" Bukan Berarti Pemerintah Terapkan "Herd Immunity"

Nasional
KSAD Pimpin Sertijab 7 Jabatan, dari Pangdam Jaya hingga Pangkostrad

KSAD Pimpin Sertijab 7 Jabatan, dari Pangdam Jaya hingga Pangkostrad

Nasional
Kongres Luar Biasa Gerindra Akan Tetapkan Prabowo Jadi Ketua Umum Lagi

Kongres Luar Biasa Gerindra Akan Tetapkan Prabowo Jadi Ketua Umum Lagi

Nasional
Komisi Kejaksaan Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan Kejagung terhadap Jaksa Pinangki

Komisi Kejaksaan Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan Kejagung terhadap Jaksa Pinangki

Nasional
KSAU Tinjau Pembangunan Satuan Peluru Kendali NASAMS

KSAU Tinjau Pembangunan Satuan Peluru Kendali NASAMS

Nasional
Periksa Nurhadi, KPK Konfirmasi soal Barang-barang yang Disita

Periksa Nurhadi, KPK Konfirmasi soal Barang-barang yang Disita

Nasional
Periksa Bupati Blora, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari PT Dirgantara Indonesia

Periksa Bupati Blora, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari PT Dirgantara Indonesia

Nasional
Tommy Soeharto Keberatan Namanya Dicatut dalam Kepengurusan Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr

Tommy Soeharto Keberatan Namanya Dicatut dalam Kepengurusan Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr

Nasional
Ekonomi Indonesia Terkontraksi, Kemensos Percepat Penyaluran Bansos

Ekonomi Indonesia Terkontraksi, Kemensos Percepat Penyaluran Bansos

Nasional
Sejauh Ini, Kedua Terpidana Kasus Novel Baswedan Belum Dijatuhi Sanksi Etik

Sejauh Ini, Kedua Terpidana Kasus Novel Baswedan Belum Dijatuhi Sanksi Etik

Nasional
Capai Target Bauran Energi 23 Persen, Indonesia Kerja Sama dengan Inggris Luncurkan Program Mentari

Capai Target Bauran Energi 23 Persen, Indonesia Kerja Sama dengan Inggris Luncurkan Program Mentari

Nasional
Jaksa Pinangki Mangkir Panggilan, Komisi Kejaksaan: Atasannya Kirim Surat

Jaksa Pinangki Mangkir Panggilan, Komisi Kejaksaan: Atasannya Kirim Surat

Nasional
Tanggapi Klaim Risma, Satgas Sebut Zonasi Risiko Covid-19 Kewenangan Pusat

Tanggapi Klaim Risma, Satgas Sebut Zonasi Risiko Covid-19 Kewenangan Pusat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X