Menag Harap Sistem Haji "Fast Track" Segera Diterapkan di Seluruh Embarkasi

Kompas.com - 07/07/2019, 20:40 WIB
Jamaah Calon Haji kelompok terbang (kloter) pertama  asal Jawa Barat bersiap menaiki pesawat usai melakukan pemeriksaan keimigrasian di Debarkasi Jakarta Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (7/7/2019). Sebanyak 631 kloter dari empat Embarkasi yakni Jakarta, Banten, Jawa Barat dan Lampung akan melalui debarkasi Jakarta Bandara Soekarno Hatta. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/hp.ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL Jamaah Calon Haji kelompok terbang (kloter) pertama asal Jawa Barat bersiap menaiki pesawat usai melakukan pemeriksaan keimigrasian di Debarkasi Jakarta Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (7/7/2019). Sebanyak 631 kloter dari empat Embarkasi yakni Jakarta, Banten, Jawa Barat dan Lampung akan melalui debarkasi Jakarta Bandara Soekarno Hatta. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/hp.

TANGERANG, KOMPAS.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap sistem haji fast track bisa segera diterapkan di seluruh embarkasi Indonesia. Hal itu disampaikam Lukman usai melepas jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 1 Embarkasi Jakarta yang menggunakan sistem fast track.

"Jadi tentu kita berharap bahwa uji coba di bandara Cengkareng, Soekarno-Hatta ini bisa diberlakukan juga di bandara-bandara lain di 13 embarkasi yang ada. Harapannya tentu semua," ujar Lukman di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (7/7/2019).

Ia mengatakan pemberlakuan sistem haji fast track bergantung pada uji coba yang diberlakukan pada tahun ini bagi jemaah haji Embarkasi Jakarta.

Sebanyak 19.650 jemaah haji Embarkasi Jakarta akan berangkat menggunakan sistem fast track yang memangkas proses keimigrasian di Arab Saudi. Dengan demikian mereka memiliki lebih banyak waktu untuk istirahat dan beribadah.

Baca juga: Wapres Sebut Sistem Haji Fast Track Untungkan Jemaah Indonesia

Lukman mengatakan, Indonesia memerlukan lebih banyak jumlah personel keimigrasian Arab Saudi jika hendak memberlakukan sistem fast track di 13 embarkasi yang ada.

Sebab, sistem fast track mengharuskan proses verifikasi dokumen keimigrasian yang berlangsung di Arab Saudi dilakukan di Indonesia.

Ia optimistis sistem haji fast track bisa segera diterapkan pada musim haji berikutnya. Hal itu, kata Lukman, didukung dengan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Arab Saudi yang sangat baik.

"Saya optimis bahwa hal itu tidak sulit karena perhatian pemerintah Saudi Arabia terhadap Indonesia itu luar biasa besarnya. Mudah-mudahan kemudahan ini tak hanya dirasakan oleh jemaah haji yang berangkat dari Soekarno-Hatta saja," ujar Lukman.

Baca juga: Wapres Lepas Jemaah Haji Sistem Fast Track

"Sehingga keadilan bisa lebih dirasakan oleh semua jemaah haji. Kami sudah terus melakukan (lobi). Karena ini sifatnya uji coba, mudah-mudahan tidak ada kendala yang berarti. Tidak ada kendala teknis yang betul-betul serius," lanjut dia.

Haji fast track merupakan sistem yang mempercepat proses verifikasi dokumen keimigrasian jemaah haji asal Indonesia. Melalui sistem ini, jemaah haji Indonesia tak perlu lagi mengantri lama untuk mengikuti proses verifikasi dokumen keimigrasian setibanya di Arab Saudi.

Sebabnya, dokumen mereka sebelumnya telah diverifikasi sebelum berangkat. Proses verifikasi dokumen dilakukan oleh petugas imigrasi Arab Saudi yang didatangkan ke Indonesia.

Saat ini, dari 13 embarkasi haji di Indonesia, baru Jakarta yang menerapkan sistem fast track, yakni pada musim haji 2018 dan 2019.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X