Kompas.com - 06/07/2019, 11:44 WIB
Wakil Ketua MPR sekaligus Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar saat ditemui di rumah dinas Wakil Ketua MPR, Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Sabtu (18/5/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOWakil Ketua MPR sekaligus Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar saat ditemui di rumah dinas Wakil Ketua MPR, Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Sabtu (18/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan mengakui bahwa Ketua Umumnya Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengajukan 10 nama calon menteri kepada presiden terpilih Joko Widodo.

Selanjutnya, PKB menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi untuk memutuskan soal penyusunan kabinet pemerintahan 2019-2024.

"Ya, jadi Cak Imin sudah mengajukan 10 nama ke Pak Jokowi, tetapi pada akhirnya Pak Jokowi yang akan menetukan sendiri. Saya juga tidak tahu siapa aja namanya 10 nama itu. Mungkin yang tahu Pak Jokowi dan Cak Imin," kata Daniel dalam diskusi bertajuk "Ribut Rebut Kursi Menteri" di Kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (6/7/2019).

Baca juga: Soal Jatah Menteri, Cak Imin Juga Akan Usulkan Tokoh di Luar PKB

Ia membantah jika Cak Imin disebut agresif dalam menyuarakan jatah kursi menteri kepada Jokowi.

Menurut dia, Cak Imin hanya mewakili suara internal partai yang semangat menyambut pemerintahan baru.

"Ya, pertama bukan agresif, tapi dia mewakili anak muda yang semangat," kata Daniel.

Baca juga: PKB Yakin Jokowi Bagi-bagi Kursi Menteri Secara Proporsional

Saat ditanya posisi menteri yang strategis untuk PKB, ia mengaku, menginginkan kembali posisi Menteri Desa, dan Menteri Ketenagakerjaan.

"Ya, ngga ada target. Tapi menteri desa mungkin karena memang sudah berjalan, mungkin di bidang yang menyangkut basis masyarakat banyak penddidikan," tuturnya.

Daniel mengatakan, ada dua masukan dari PKB untuk pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, yaitu pengembangan sumber daya manusia (SDM) dengan basis pendidikan khususnya pesantren dan mengembangkan ekonomi kerakyatan.

"Kedua tentu yang sangat penting kita pikirkan adalah masalah ekonomi. Ekonomi sangat penting bagaimana nanti kabinet di periode Jokowi jilid dua ini bisa benar-benar meningkatkan pendapatan dari daya beli maayarakat," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.