Jokowi: Google Perpustakaan Kita, Wikipedia Ensiklopedia, dan Buku Elektronik Buku Kita

Kompas.com - 05/07/2019, 21:30 WIB
Pasangan calon presiden dan wakil presiden no urut 01, Joko Widodo dan Maruf Amin memberi sambutan saat Rapat Pleno Terbuka Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Pemilu 2019 di Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Minggu (30/6/2019). KPU menetapkan pasangan Joko Widodo dan Maruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPasangan calon presiden dan wakil presiden no urut 01, Joko Widodo dan Maruf Amin memberi sambutan saat Rapat Pleno Terbuka Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Pemilu 2019 di Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Minggu (30/6/2019). KPU menetapkan pasangan Joko Widodo dan Maruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menegaskan, transformasi pendidikan dan proses belajar-mengajar harus dilakukan.

Apalagi, pada era digital saat ini, ruang kelas bukan satu-satunya tempat belajar. 

"Dunia virtual adalah kampus kita. Google adalah perpustakaan kita. Wikipedia adalah ensiklopedi kita. Buku elektronik adalah buku pelajaran kita dan masih banyak media digital lainnya," kata Jokowi saat meresmikan Kongres XXII Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Jakarta, Jumat (5/7/2019).

Baca juga: Jokowi Diharap Keluarkan Amnesti Sebelum Baiq Nuril Dieksekusi

Jokowi meminta guru-guru di PGRI untuk terus mengembangkan belajar-mengajar yang kekinian.

Dengan begitu, mata pelajaran yang diajarkan bisa diserap dengan mudah oleh siswa-siswi yang sudah melek teknologi.

Belajar-mengajar pun bisa lebih menggembirakan baik bagi siswa dan guru itu sendiri. "Hati-hati, guru dituntut lebih fleksibel dan kreatif," kata dia.

Di sisi lain, Jokowi juga menekankan, peran guru harus lebih dari mengajar. Guru harus mampu mengelola dan mengarahkan para siswa.

Baca juga: Presiden Jokowi Diminta Perbaiki Capaian di Sektor Ekonomi

Selain pendidikan yang bersifat keilmuan, Kepala Negara meminta PGRI memberikan pendidikan karakter kepada generasi pemuda bangsa. 

Menurut dia, penanaman nilai-nilai dan karakter inilah yang tak bisa digantikan oleh teknologi.

"Guru tetaplah guru. Guru tidak bisa digantikan oleh mesin secanggih apa pun," ujar Jokowi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X