Selamat Datang 2024!

Kompas.com - 05/07/2019, 15:26 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi.

Ada pula Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah. Nurdin pernah sukses selaku Bupati Bantaeng dua periode berturut-turut dan sarat penghargaan atas berbagai inovasi yang dilakukan ketika membangun Bantaeng.

Terakhir, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji. Sebelumnya ia menjadi Wali Kota Pontianak selama dua periode dan kenyang dengan berbagai penghargaan nasional karena inovasinya di bidang pelayanan publik dan dikenal peduli dengan dunia kesehatan dan pendidikan.

Akan tetapi, para gubernur di luar Jawa ini sepertinya cukup berat untuk langsung bersaing menduduki tampuk orang nomor 1 di Indonesia. Perlu melalui "jembatan" karier selanjutnya sebelum itu.

Pekerjaan besar untuk para kepala daerah adalah jika mereka tidak lagi menjabat sebagai gubernur sebelum 2024, bagaimana mereka mempertahankan popularitas dan elektabilitas mereka selaku calon pemimpin nasional?

Pemimpin partai

Jalur kedua menuju 2024 adalah pemimpin partai politik. Jalur ini pernah sukses mengantarkan Abdurrahman Wahid (Gus Dur), salah satu pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang menjadi presiden ke-5 RI menggantikan Gus Dur.

Parpol merupakan satu-satunya jalur di era demokrasi langsung yang berhak mengajukan calon presiden RI. Karena itu, posisi ketua umum atau posisi-posisi kunci di partai politik tentunya sangatlah strategis dalam meretas jalan menuju kursi pimpinan nasional.

Karena itu, menuju 2024, ada beberapa tokoh pemimpin partai yang patut diperhitungkan sebagai salah satu bakal calon presiden.

Prabowo Subianto, capres dua kali berturut-turut di 2014 dan 2019, masih tetap memiliki kans jika kembali mencoba maju di 2024. Tidak ada yang menduga kalau Prabowo masih sangat kuat pada 2019. Bahkan, bisa dikatakan memberikan perlawanan lebih sengit dibandingkan 2014 kepada Jokowi.

Hanya, benarkah Gerindra kembali mengusung Prabowo sebagai ketua umum pada 2020, dan sebagai capres empat tahun berikutnya? Tentunya kalkulasi politik ke depannya masih sangatlah cair.

Tokoh pemimpin partai yang memiliki kapabilitas dan memiliki peluang besar diusung oleh partainya adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari Partai Demokrat. AHY, demikian Agus biasa dipanggil, terbukti sukses memimpin partainya di Pileg 2019.

Ia juga sempat memiliki elektabilitas tertinggi sebagai cawapres menjelang pendaftaran capres-cawapres 2019-2024.

Dengan usianya yang masih sangat muda, dan pribadinya yang semakin matang di dunia politik ini, sosok AHY yang dikenal cerdas dan kolaboratif memiliki peluang terbuka lebar untuk diusung bukan hanya oleh Demokrat pada 2024.

Pertanyaan besar sebenarnya patut dilayangkan kepada tiga partai yang rutin masuk dalam lima besar perolehan suara selama beberapa pemilu terakhir: PDI-P, Golkar, dan PKB.

PDI-P pasca-Jokowi masih belum memiliki figur sentral dan sangat kuat untuk diusung. Ada nama Puan Maharani, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di kabinet periode pertama Jokowi, dan calon kuat Ketua DPR di periode 2019-2024. Lalu, sempat muncul nama saudara Puan, Prananda Prabowo.

Mereka berdua memang sudah cukup berpengalaman di partai. Namun, apakah cukup waktu bagi Puan dan Prananda untuk menjadi figur yang bisa mewakili PDI-P sebagai capres di 2024?

Hal itu mengingat tentunya harapan besar bakal dilekatkan kepada mereka setelah Jokowi berhasil merebut kursi presiden selama dua periode. Pekerjaan besar bagi mereka untuk mengerek elektabilitasnya.

Partai Golkar saat ini memang dinakhodai oleh Airlangga Hartarto. Hanya, selama ini Golkar sangatlah dinamis.

Sosok Airlangga sendiri bukanlah figur yang sangat kuat. Ada potensi munculnya pemimpin baru di Golkar karena partai tersebut memang penuh dengan kader-kader potensial.

Belum lagi jika mengingat jejak rekam Golkar selama beberapa pilpres terakhir, minim tokoh dengan elektabilitas tinggi.

Pertanyaan lanjutan terkait posisi Golkar tentunya apakah tidak gerah jika pada 2024 kembali hanya menjadi partai pendukung penguasa dan tidak berusaha mengusung calon kuat sendiri?

Jika ya, dan pilihan itu jatuh pada Airlangga, sepertinya Golkar perlu berusaha keras untuk mengerek elektabilitasnya. Jauh lebih keras dibandingkan usaha PDI-P untuk Puan dan Prananda.

Maka, untuk saat ini, sosok pemimpin partai dari Golkar yang bakal maju ke pentas nasional masih sangat terbuka untuk siapa pun.

Untuk PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin selaku ketua umum dalam dua pemilu terakhir bisa dibilang sukses. Suara PKB terus terkerek naik. Bahkan, kadernya sukses terpilih sebagai wapres pada Pilpres 2019.

Muhaimin sendiri memiliki jejak rekam lengkap di dunia politik, dari internal partai, di legislatif (saat ini Wakil Ketua MPR), bahkan di eksekutif (pernah menjadi menteri).

Apakah mereka kembali mengusung kadernya sebagai cawapres di 2024 ataukah mau mencoba peruntungan baru dengan maju sebagai capres? Apakah 2024 merupakan saatnya Cak Imin ataukah cukup kembali ikut menjadi "King Maker"?

Ada dua nama kuat yang digadang-gadang bakal menjadi pemimpin partai juga dan karenanya patut diperhitungkan maju di 2024 dari jalur ini. Pertama, Sandiaga Uno. Kedua, Gatot Nurmantyo. Sempat ada selentingan beredar bahwa kedua tokoh ini didekati secara intens oleh elite dan kader-kader Partai Amanat Nasional.

Sandiaga yang saat ini bukan pengurus partai mana pun, jika berkenan merapat ke PAN, bakal memiliki power lebih untuk maju pada 2024.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Bantah Lempar Tanggung Jawab soal Nasib 75 Pegawai yang Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan

KPK Bantah Lempar Tanggung Jawab soal Nasib 75 Pegawai yang Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan

Nasional
Kapolri: Daerah Zona Merah Covid-19 Tak Boleh Buka Tempat Wisata

Kapolri: Daerah Zona Merah Covid-19 Tak Boleh Buka Tempat Wisata

Nasional
Pimpinan KPK Pastikan Tak Ada Pegawai yang Diberhentikan karena Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan

Pimpinan KPK Pastikan Tak Ada Pegawai yang Diberhentikan karena Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan

Nasional
UPDATE 9 Mei: 8,6 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 9 Mei: 8,6 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
Beredar Permintaan Dana Mengatasnamakan KPK, Masyarakat Diimbau Hati-hati

Beredar Permintaan Dana Mengatasnamakan KPK, Masyarakat Diimbau Hati-hati

Nasional
UPDATE 9 Mei: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 86.846 Orang

UPDATE 9 Mei: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 86.846 Orang

Nasional
Mendagri Wanti-wanti Kepala Daerah Cegah Kerumunan Jelang Lebaran: Jangan Sampai Lengah

Mendagri Wanti-wanti Kepala Daerah Cegah Kerumunan Jelang Lebaran: Jangan Sampai Lengah

Nasional
Kaji Pertanyaan Tes Pegawai KPK, Komnas Perempuan Minta Akses Langsung ke BKN

Kaji Pertanyaan Tes Pegawai KPK, Komnas Perempuan Minta Akses Langsung ke BKN

Nasional
UPDATE 9 Mei: Ada 98.395 Kasus Aktif Covid-19 Di Indonesia

UPDATE 9 Mei: Ada 98.395 Kasus Aktif Covid-19 Di Indonesia

Nasional
UPDATE 9 Mei: 3.922 Kasus Covid-19 Baru, DKI Jakarta Masih Tertinggi

UPDATE 9 Mei: 3.922 Kasus Covid-19 Baru, DKI Jakarta Masih Tertinggi

Nasional
Kemenkes: Pembayaran Insentif Tenaga Kesehatan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet dalam Proses

Kemenkes: Pembayaran Insentif Tenaga Kesehatan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet dalam Proses

Nasional
Muhaimin Iskandar Minta Pemerintah Tolak Masuknya Seluruh WNA ke Indonesia di Tengah Pelarangan Mudik

Muhaimin Iskandar Minta Pemerintah Tolak Masuknya Seluruh WNA ke Indonesia di Tengah Pelarangan Mudik

Nasional
UPDATE 9 Mei: Bertambah 170, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 47.012 Orang

UPDATE 9 Mei: Bertambah 170, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 47.012 Orang

Nasional
UPDATE 9 Mei: Pasien Sembuh Covid-19 Capai 1.568.277 Orang

UPDATE 9 Mei: Pasien Sembuh Covid-19 Capai 1.568.277 Orang

Nasional
UPDATE: Tambah 86.846 Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa 15.201.727

UPDATE: Tambah 86.846 Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa 15.201.727

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X