Jaksa KPK Pertanyakan Pengawasan Menpora Terkait Proposal Dana Hibah KONI

Kompas.com - 05/07/2019, 00:14 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi (kanan) bersama Asisten Pribadi (Aspri) Menpora Miftahul Ulum (tengah) menjadi saksi dalam sidang suap dana hibah dari pemerintah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (4/7/2019). Dalam sidang tersebut mereka memberikan keterangan saksi untuk terdakwa Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Mulyana, serta staf Kemenpora Adhi Purnomo dan Eko Triyanta. ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc. RENOMenteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi (kanan) bersama Asisten Pribadi (Aspri) Menpora Miftahul Ulum (tengah) menjadi saksi dalam sidang suap dana hibah dari pemerintah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (4/7/2019). Dalam sidang tersebut mereka memberikan keterangan saksi untuk terdakwa Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Mulyana, serta staf Kemenpora Adhi Purnomo dan Eko Triyanta. ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Ronald Worotikan mempertanyakan pengawasan Menteri Pemuda dan Olahraga ( Menpora) Imam Nahrawi terkait pengajuan dana hibah oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Menurut Ronald, ada perubahan judul proposal yang diajukan KONI. Proposal itu berjudul "Usulan Kegiatan Pendampingan dan Pengawasan Program Sea Games Tahun Kegiatan 2018".

Kemudian, berubah menjadi "Usulan Kegiatan Pendampingan dan Pengawasan Seleksi Calon Atlet dan Pelatih Calon Atlet Berprestasi Tahun Kegiatan 2018".

Kepada jaksa, Imam mengaku sama sekali tidak dilaporkan oleh terdakwa Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana soal perubahan judul itu.

"Tidak, saya tidak dilaporkan soal pergantian judul karena itu sesuatu yang tidak semestinya menteri tahu karena tugas menteri begitu luas," kata Imam di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (4/7/2019) malam.

Baca juga: Menpora Imam Nahrawi akan Bersaksi di Persidangan Kasus Suap Alokasi Dana Hibah KONI

Jaksa Ronald pun kembali mempertanyakan sikap Imam lantaran dia sendiri yang mendisposisi pengajuan proposal tersebut. Imam mengaku tak tahu secara rinci soal pengajuan proposal dana hibah.

"Apalagi surat-surat di meja saya begitu banyak Pak jaksa, sehingga satu per satu tidak mengetahui detailnya, lebih-lebih soal ini karena di akhir tahun saya harus memberikan disposisi di situ kaji dulu seperti apa seperti apa substansi proposal ini terhadap cabang olahraga karena sudah di akhir tahun," ujar dia.

Imam pun mengaku tak tahu soal berapa dana hibah yang pada akhirnya dicairkan oleh Kemenpora.

Sebab, ia selaku pengguna anggaran (PA) melimpahkan kewenangannya ke Mulyana selaku kuasa pengguna anggaran (KPA).

Menurut Imam, Mulyana dan unit teknis di bawahnyalah yang mengetahui secara rinci proses pengajuan dana hibah itu. Mereka pula yang mengkaji proposal tersebut.

Akan tetapi, ia mengaku telah memberikan catatan di lembar disposisi agar proposal dikaji secara mendalam terkait pengajuan proposal tersebut. Hal itu dinilainya sebagai bentuk kehati-hatian.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X