Wapres: Kalau Tidak Tahu Keuangan Negara, Susah Jadi Anggota BPK

Kompas.com - 04/07/2019, 15:48 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Kompas.com/Rakhmat Nur HakimWakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (22/5/2019).
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK) diisi oleh orang-orang profesional di bidang keuangan. Sebabnya BPK merupakan lembaga pemeriksa keuangan semua lembaga negara.

Hal itu disampaikan Kalla menanggapi banyaknya caleg gagal yang mendaftar sebagai anggota BPK.

"Mestinya orang profesional. BPK kan sangat profesional. Kalau tidak mengetahui tentang keuangan, tentang keuangan negara, kan susah menjadi anggota BPK. Nanti bagaimana pimpin lembaga yang tidak dipahami," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Baca juga: Banyak Politisi Daftar Jadi Anggota BPK, Ketua BPK Yakin DPR Obyektif Menyeleksi


Namun, ia mempersilakan para caleg gagal yang mendaftar sebagai calon anggota BPK. Menurut Kalla, hal tersebut tak dilarang.

Namun, Kalla meyakini seleksinya tak mudah. Sebab dari sekian banyak yang mendaftar hanya sedikit yang diterima.

"Ya namanya mendaftar ya, tapi kan seleksinya (hanya dipilih) lima orang. Ya boleh saja mendaftar," kata Kalla.

Baca juga: Anggota Komisi XI Sebut 10 Politisi Penuhi Syarat Daftar Calon Anggota BPK

Diberitakan sebelumnya, ada sejumlah caleg gagal yang mendaftar sebagai anggota BPK periode 2019-2024.

Mereka antara lain, Nurhayati Ali Assegaf (Demokrat), Daniel Lumban Tobing (PDI-P), Akhmad Muqowam (PPP), Tjatur Sapto Edy (PAN), Ahmadi Noor Supit dan Ruslan Abdul Gani (Golkar), Haryo Budi Wibowo (PKB), serta Pius Lustrilanang, Wilgo Zainar dan Haerul Saleh (Gerindra).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X