Airlangga: Jokowi Minta Golkar Solid untuk Kawal Pemerintahan 2019-2024

Kompas.com - 01/07/2019, 19:46 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengajak 34 Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat I (provinsi) Partai Golkar untuk sowan ke Presiden Joko Widodo, Senin (1/7/2019) sore.  Agenda pertemuan itu berlangsung tertutup di Istana Kepresidenan, Bogor. IstimewaKetua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengajak 34 Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat I (provinsi) Partai Golkar untuk sowan ke Presiden Joko Widodo, Senin (1/7/2019) sore. Agenda pertemuan itu berlangsung tertutup di Istana Kepresidenan, Bogor.
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Krisiandi

BOGOR, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo berharap Partai Golkar terus menjaga soliditas agar bisa mengawal pemerintahannya bersama Ma'ruf Amin dalam lima tahun ke depan.

Hal itu disampaikan Jokowi saat bertemu Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Istana Bogor, Senin (1/7/2019).

Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup itu, hadir juga 34 Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar dan pengurus inti DPP Golkar.

"Ditegaskan (oleh Presiden), Partai Golkar ini sangat berpengaruh terhadap stabilitas politik di Indonesia dan sangat berpengaruh untuk menjalankan program-pembangunan. Sehingga kehadiran Partai Golkar itu sangat dirasakan oleh Pak Presiden," kata Airlangga kepada wartawan usai pertemuan, di luar Kompleks Istana Bogor, Senin sore.

Baca juga: Airlangga: Presiden Apresiasi Capaian Partai Golkar

"Dan ke depan (Presiden) mengharapkan konsolidasi dan soliditas ini bisa untuk menjaga pemerintahan presiden 2019 -2024," sambungnya.

Airlangga menambahkan, dalam pertemuan itu Presiden juga memberikan apresiasi terhadap capaian Partai Golkar di pemilu legislatif 2019 yang meraih 12,3 persen suara atau 85 kursi DPR.

Capaian 85 kursi itu sebenarnya menurun dari hasil pemilu sebelumnya, dimana Golkar berhasil menempatkan 91 wakilnya di Senayan. Namun menurut Airlangga, Presiden tetap mengapresiasi karena Golkar berhasil membalikkan prediksi lembaga survei.

"Walaupun dari survei-survei yang beliau monitor itu banyak survei-survei itu menempatkan Partai Golkar itu sekitar 7 persen. Jadi hasilnya beliau mengatakan ini baik," kata Airlangga.

Terkait dinamika di internal Golkar, Airlangga mengaku dalam pertemuan itu turut dibicarakan terkait gelaran Musyawah Nasional (Munas) untuk memilih ketua umum baru.

Baca juga: Bertemu Jokowi, Ketum Golkar Minta Kursi Ketua MPR

Airlangga menegaskan bahwa Munas Golkar akan digelar sesuai jadwal, yakni pada Desember 2019 mendatang. Tak ada percepatan agenda pemilihan ketua umum baru lewat Munas Luar Biasa.

"Tadi sudah disampaikan agenda-agenda politik Partai Golkar, sesuai dengan hasil Munas Luar Biasa 2017, itu jatuhnya pada Desember 2019," kata Menteri Perindustrian ini.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X