Bawa 34 Ketua DPD Temui Jokowi, Airlangga Tegaskan Tetap Ketum Golkar hingga Desember

Kompas.com - 01/07/2019, 17:59 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto usai mengajak 34 Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat I (provinsi) Partai Golkar untuk sowan ke Presiden Joko Widodo, Senin (1/7/2019) sore.  Agenda pertemuan itu berlangsung tertutup di Istana Kepresidenan, Bogor. KOMPAS.com/IhsanuddinKetua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto usai mengajak 34 Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat I (provinsi) Partai Golkar untuk sowan ke Presiden Joko Widodo, Senin (1/7/2019) sore. Agenda pertemuan itu berlangsung tertutup di Istana Kepresidenan, Bogor.
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengajak 34 Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat I (provinsi) Partai Golkar untuk sowan ke Presiden Joko Widodo, Senin (1/7/2019) sore.

Agenda pertemuan itu berlangsung tertutup di Istana Kepresidenan, Bogor.

Airlangga mengaku dalam pertemuan itu turut dibicarakan soal dinamika politik Partai Golkar, khususnya terkait gelaran Musyawah Nasional (Munas) untuk memilih ketua umum baru.

Airlangga menegaskan bahwa Munas Golkar akan digelar sesuai jadwal, yakni pada Desember 2019. Tak ada percepatan agenda pemilihan ketua umum baru lewat Munas Luar Biasa.

Baca juga: Ketum Golkar Ajak Masyarakat Bersatu di Bawah Kepemimpinan Jokowi-Maruf

"Tadi sudah disampaikan agenda-agenda politik Partai Golkar, sesuai dengan hasil Munas Luar Biasa 2017, itu jatuhnya pada Desember 2019," kata Airlangga kepada wartawan usai pertemuan, di luar Kompleks Istana Bogor, Senin sore.

Airlangga mengklaim 34 Ketua DPD Golkar hadir dalam pertemuan dengan Jokowi itu. Pantauan Kompas.com, mereka datang dan meninggalkan Istana dengan menggunakan dua buah bus. Selain para Ketua DPD, hadir juga sejumlah pengurus inti DPP Golkar.

Menurut Airlangga, Presiden Jokowi dalam pertemuan itu mengucapkan terimakasih kepada Partai Golkar yang sudah berjuang memenangkan dirinya dan Ma'ruf Amin di Pilpres. Presiden, kata dia, berharap agar Partai Golkar terus solid untuk mengawal pemerintahan.

Namun terkait dengan dinamika internal Golkar menjelang Munas, Presiden Jokowi tidak ikut campur.

"Terkait dengan internal Partai Golkar Bapak Presiden tentu menyerahkan kepada Partai Golkar," kata dia.

Sebelumnya, sempat muncul wacana mempercepat Musyawarah Nasional untuk mengganti pucuk kepemimpinan di partai beringin karena perolehan suara dan kursi yang turun di Pileg 2019. Salah satu inisiator untuk mempercepat Munas adalah Azis Samual.

Baca juga: Airlangga Bersama 34 Ketua DPD Golkar Dijadwalkan Bertemu Jokowi

Pria yang pernah menjadi Ketua Pemenangan Pemilu Wilayah Timur Partai Golkar ini menyebut para pengurus daerah sudah sepakat untuk mempercepat Munas. Aziz menginginkan agar Munas digelar maksimal akhir Juli nanti.

"Konsolidasi sudah bulat, 25 DPD I dan beberapa DPD II sudah merestui percepatan Munas ini," kata Azis dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/5/2019).

Namun keterangan Aziz belakangan dibantah oleh politisi Partai Golkar di kubu Airlangga. Pihak Airlangga menegaskan Munas tetap akan digelar sesuai jadwal lima tahunan, yakni pada Desember 2019. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X