Politisi Nasdem Dukung Gerindra, PKS, dan PAN Tetap Jadi Oposisi

Kompas.com - 01/07/2019, 14:09 WIB
Anggota Komisi III DPR, Teuku Taufiqulhadi KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALAnggota Komisi III DPR, Teuku Taufiqulhadi

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Nasional Demokrat mendukung Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera ( PKS), dan Partai Amanat Nasional ( PAN) untuk tetap menjadi oposisi dan berada di luar pemerintahan 2019-2024.

"Saya menyerukan kepada partai seperti Gerindra, PKS, PAN untuk tetap berada di luar, itu akan baik bagi rakyat Indonesia dan baik bagi demokrasi," kata politisi Paftai Nasdem Teuku Taufiqulhadi, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (1/7/2019).

Taufiq berpendapat, ketiga partai tersebut pun sebaiknya tidak diajak masuk ke dalam koalisi pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Baca juga: Demokrat dan PAN Dinilai Lebih Baik Jadi Oposisi

Anggota Komisi III DPR itu mengatakan, bergabungnya partai pendukung Prabowo-Sandi ke dalam koalisi pemerintah dapat menjadi preseden buruk.

"Pandangan masyarakat di Indonesia kan tidak semuanya memilih Pak Jokowi kemarin, harus ada pandangan berbeda. Kalau semua bergabung, maka nanti dianggap kita ini kembali ke masa orde baru," ujar Taufiq.

Baca juga: Kader Gerindra Cenderung Ingin Jadi Oposisi, Ini Alasannya

Taufiq menambahkan, rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo nantinya pun semestinya tidak berwujud dalam bentuk pembagi-bagian jabatan kepada partai pendukung Prabowo-Sandi.

"Menurut saya rekonsiliasi itu bisa saja tetap ada, sebagai koalisi, yang menjadi oposisi, itu kepentingan kita berbangsa. Jadi tidak perlu karena ada sebuah ajakan rekonsiliasi harus berikan kursi," kata Taufiq.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X