Kader Gerindra Cenderung Ingin Jadi Oposisi, Ini Alasannya

Kompas.com - 01/07/2019, 11:52 WIB
Anggota Dewan Penasihat DPP Partai Gerindra Raden Muhammad Syafii di Gedung DPR, Jakarta, Senin (1/7/2019).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Anggota Dewan Penasihat DPP Partai Gerindra Raden Muhammad Syafii di Gedung DPR, Jakarta, Senin (1/7/2019).
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Dewan Penasihat DPP Partai Gerindra, Raden Muhammad Syafi'i, mengatakan kader di partainya cenderung menginginkan jadi oposisi dalam masa pemerintahan 2019-2024.

Menurut Syafi'i, kecenderungan untuk jadi oposisi muncul demi keseimbangan dalam demokrasi.

"Demokrasi yang sehat itu harus ada check and balance, yaitu selain partai pendukung, harus ada partai oposisi. Saya meyakini Gerindra akan tetap pada posisi sebagai oposisi," kata Syafi'i di Gedung DPR, Senin (1/7/2019) siang.

Syafi'i menuturkan, Partai Gerindra belum secara resmi mengambil sikap oposisi karena masih menunggu digelarnya pertemuan tingkat nasional.


Baca juga: Politisi Gerindra: Kecenderungan Kader Arahnya Sama, Jadi Oposisi

Namun, Syafi'i mengklaim, mayoritas kader Gerindra meminta Gerindra mengambil posisi di luar pemerintahan.

"Ya, saya kira seperti itu. Bahwa kader Gerindra dan pemikir demokrasi pasti menginginkan Gerindra tetap pada oposisi," ujar Syafi'i.

Ia menegaskan, Partai Gerindra juga tidak akan menerima tawaran jabatan di dalam pemerintahan mengingat posisi oposisi yang akan mereka ambil.

"Kalau sudah menerima jatah menteri kan sudah tidak oposisi lagi, jadi kalau prinsipnya oposisi berarti menolak posisi menteri," kata Syafi'i.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X