Ma'ruf Amin, Wakil Presiden Indonesia Tertua yang Akan Dilantik

Kompas.com - 30/06/2019, 08:18 WIB
Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Maruf Amin berjabat tangan usai menyaksikan tayangan sidang putusan MK tentang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 di Ruang Tunggu Base Ops Lanud Halim, Jakarta, Kamis (27/6/2019). Dalam putusannya, MK menolak seluruh gugatan pilpres yang diajukan Prabowo-Sandi. SETPRES/AGUS SUPARTOCalon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Maruf Amin berjabat tangan usai menyaksikan tayangan sidang putusan MK tentang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 di Ruang Tunggu Base Ops Lanud Halim, Jakarta, Kamis (27/6/2019). Dalam putusannya, MK menolak seluruh gugatan pilpres yang diajukan Prabowo-Sandi.
Penulis Jessi Carina
|
Editor Khairina

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menetapkan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih hari ini, Minggu (30/6/2019). Dengan demikian, Jokowi akan kembali menjadi presiden untuk kedua kalinya.

Sementara itu, Ma'ruf Amin akan menjadi wakil presiden tertua dalam sejarah Indonesia yang nanti akan dilantik. Ma'ruf Amin lahir di Kota Tangerang pada 11 Maret 1943.

Pada 11 Maret 2019 lalu, dia merayakan ulang tahunnya yang ke-76. Ma'ruf sempat berkelakar bahwa meski ia berusia 76 tahun, jiwanya masih 40 tahun.

Baca juga: Ketum PBNU: Semoga Pak Jokowi dan Kiai Maruf Amin Diberikan Kekuatan Membangun Indonesia

Di lain kesempatan, dia juga sering membandingkan usianya dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad yang menjabat dalam usia 93 tahun. Ma'ruf mengatakan umurnya belum setua Mahathir.

"Kalau soal tua, saya masih lebih muda dari Mahathir. Umurnya 93 tahun saat jadi perdana menteri, kalau saya kan belum sampai. 80 tahun saja belum," kata Ma'ruf.

"Kalau yang 93 berani jadi perdana menteri, kenapa saya yang belum 80 tidak berani jadi wapres?" tambah dia.

Baca juga: Ini Janji Jokowi dan Maruf Amin...

Dalam debat pilpres di Hotel Sultan pada Maret 2019, Ma'ruf juga mengakui usia dirinya memang sudah tidak muda lagi.

Namun, ia merasa siap jika diberi amanah untuk memimpin Indonesia bersama Joko Widodo dalam pemerintahan selanjutnya.

"Ya, Allah, saya memang merasa sudah tidak muda lagi. Tetapi kalau Engkau mempercayakan kepada kami untuk memimpin bangsa ini, kami siap dan kami akan bekerja dengan sungguh-sungguh," kata Ma'ruf.

Usia wapres RI

Sebutan bahwa Ma'ruf Amin akan menjadi wapres tertua ketika dilantik tidak berlebihan. Jika diurut dari wapres pertama, Mohammad Hatta pertama kali dilantik saat usianya 43 tahun.

Para wapres yang pernah mendampingi Presiden ke-2 Soeharto rata-rata berusia 58-61 tahun saat dilantik. Mereka adalah Hamengkubuwono IX (61 tahun), Adam Malik (61 tahun), Umar Wirahadikusuma (59 tahun), Sudharmono (61 tahun), Try Sutrisno (58 tahun), dan BJ Habibie (62 tahun).

Setelah era Soeharto berakhir, Megawati Soekarnoputri menjadi wakil presiden dan dilantik saat ia berusia 52 tahun. Setelah Megawati, ada Hamzah Haz yang dilantik pada usia 61 tahun.

Baca juga: Jokowi-Maruf Akan Hadiri Penetapan Presiden dan Wapres oleh KPU

Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono memiliki dua wapres pada dua periode pemerintahannya. Pada periode pertama, Jusuf Kalla menjadi wapres pada usia 62 tahun. Sementara Boediono menjadi wapres pada periode kedua pemerintahan SBY saat berusia 66 tahun.

Jusuf Kalla kembali menjadi wapres pada era Presiden ke-7 Joko Widodo. Ketika dilantik kembali, usia Jusuf Kalla sudah 72 tahun.

Adapun, pelantikan Jokowi dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wapres periode 2019-2024 akan digelar Oktober 2019.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggapi Jokowi, KPK: Jangan Sampai Sudah Diingatkan, tapi Masih Terima Suap

Tanggapi Jokowi, KPK: Jangan Sampai Sudah Diingatkan, tapi Masih Terima Suap

Nasional
Pengangkatan Ahok Jadi Direksi BUMN Langgar UU jika...

Pengangkatan Ahok Jadi Direksi BUMN Langgar UU jika...

Nasional
Tanggapi Protes Imam Nahrawi, KPK Sebut Kerabat Tersangka Boleh Jenguk Kecuali...

Tanggapi Protes Imam Nahrawi, KPK Sebut Kerabat Tersangka Boleh Jenguk Kecuali...

Nasional
Angka Kepercayaan Publik yang Menurun Jadi Pelecut Bagi KPK

Angka Kepercayaan Publik yang Menurun Jadi Pelecut Bagi KPK

Nasional
Mayoritas Peserta Rapimnas Golkar Dukung Airlangga Lanjutkan Kepemimpinan

Mayoritas Peserta Rapimnas Golkar Dukung Airlangga Lanjutkan Kepemimpinan

Nasional
Ketua Majelis Syuro: Saya Ingin PKS Tak Jadi Partai Menengah di Pemilu 2024

Ketua Majelis Syuro: Saya Ingin PKS Tak Jadi Partai Menengah di Pemilu 2024

Nasional
Saat Hakim Minta Eks Dirut PT INTI Tak Berkamuflase...

Saat Hakim Minta Eks Dirut PT INTI Tak Berkamuflase...

Nasional
Eks Dirut PT INTI Ungkap Alasan Ingin Dapat Pengadaan Semi BHS 6 Bandara di AP II

Eks Dirut PT INTI Ungkap Alasan Ingin Dapat Pengadaan Semi BHS 6 Bandara di AP II

Nasional
Gandeng Perusahaan China, Pemerintah Bangun PLTG 1,3 Miliar Dollar AS di Bali

Gandeng Perusahaan China, Pemerintah Bangun PLTG 1,3 Miliar Dollar AS di Bali

Nasional
Aburizal Ingin Pemilihan Ketum Golkar Melalui Musyawarah Mufakat

Aburizal Ingin Pemilihan Ketum Golkar Melalui Musyawarah Mufakat

Nasional
Eks Dirut PT INTI Mengaku Beri Uang Rp 2 Miliar ke Eks Dirkeu AP II untuk Lunasi Utang

Eks Dirut PT INTI Mengaku Beri Uang Rp 2 Miliar ke Eks Dirkeu AP II untuk Lunasi Utang

Nasional
Menko PMK: Sebelum Lulus Pembekalan Pranikah Enggak Boleh Nikah

Menko PMK: Sebelum Lulus Pembekalan Pranikah Enggak Boleh Nikah

Nasional
Menhub Minta GrabWheels Beroperasi Terbatas Seperti di Tempat Hiburan

Menhub Minta GrabWheels Beroperasi Terbatas Seperti di Tempat Hiburan

Nasional
Soal Sertifikasi Perkawinan, Komisi VIII DPR: Jangan Sampai Memberatkan Warga

Soal Sertifikasi Perkawinan, Komisi VIII DPR: Jangan Sampai Memberatkan Warga

Nasional
Erick Thohir: Ahok Harus Mundur dari PDI-P jika Jabat Pimpinan BUMN

Erick Thohir: Ahok Harus Mundur dari PDI-P jika Jabat Pimpinan BUMN

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X