Jokowi Bertemu PM Modi, Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Maritim

Kompas.com - 29/06/2019, 18:57 WIB
Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Maruf Amin usai memberikan keterangan pers terkait putusan MK tentang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (27/6/2019). Jokowi yakin, rivalnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berjiwa besar menerima putusan MK. ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO ACalon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Maruf Amin usai memberikan keterangan pers terkait putusan MK tentang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (27/6/2019). Jokowi yakin, rivalnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berjiwa besar menerima putusan MK.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kerja sama ekonomi dan maritim menjadi pokok pembicaraan ketika Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Pertemuan keduanya digelar di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, di INTEX, Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019).

Di bidang ekonomi, Presiden Jokowi menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan India atas "ASEAN Outlook on Indo-Pacific" yang baru saja diadopsi para pemimpin ASEAN dalam KTT ke-34 ASEAN di Thailand, 22 Juni 2019.

Indo-Pasifik sendiri merupakan konsep kerja sama negara-negara di sepanjang Samudera Hindia dan Pasifik yang mengedepankan prinsip keterbukaan dan penghormatan terhadap hukum internasional.


Baca juga: Di KTT G20, Jokowi Adakan Pertemuan dengan Ivanka Trump, Raja Salman hingga Erdogan

"Saya yakin, ASEAN dan India dapat meningkatkan kerja sama Indo-Pasifik,” kata Presiden Jokowi sebagaimana dikutip dari siaran pers, Sabtu.

Presiden Jokowi juga mengajak kedua negara untuk terus mendorong pencapaian target perdagangan sebesar 50 miliar dollar AS pada 2025.

Oleh karena itu, Jokowi menyampaikan pentingnya kedua negara menghilangkan hambatan, baik tarif maupun nontarif.

Dalam kaitan ini, Presiden Jokowi secara khusus meminta PM Modi menaruh perhatian terhadap penerapan tarif impor baru terhadap ekspor kelapa sawit Indonesia pada awal Januari 2019.

Baca juga: Di Sela KTT G20, RI-Jepang Bahas Penyelesaian Perjanjian Perluasan Akses Pasar

"Kita perlu mendorong Menteri Perdagangan kita untuk terus lanjutkan pembahasan guna mencapai 'win-win solution', termasuk proposal trade-off minyak sawit dengan komoditas lainnya," ujar Jokowi.

Selain itu, Presiden Jokowi menyampaikan harapan terhadap perundingan RCEP pada tahun ini.

Dalam bidang maritim, Presiden Jokowi memandang perlunya memperluas interaksi bisnis dalam kerja sama maritim kedua negara.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X