PPP Berharap Prabowo-Sandi Tetap Berkontribusi untuk Bangsa meski Tak di Pemerintahan

Kompas.com - 28/06/2019, 12:28 WIB
Anggota Komisi II dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) Ahmad Baidowi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/12/2018). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOAnggota Komisi II dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) Ahmad Baidowi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) Achmad Baidowi mengapresiasi pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang sudah mengambil langkah konstitusional dalam menyikapi sengketa pilpres.

Setelah Mahkamah Konstitusi menolak gugatan Prabowo-Sandiaga, Baidowi berharap hal itu tak menjadi halangan bagi keduanya untuk berkontribusi.

"Ini menjadikan pembelajaran politik bagi generasi bangsa ke depan. Harapan kami, Prabowo-Sandi tetap harus berkontribusi kepada bangsa meskipun tidak duduk di jabatan pemerintahan," ujar Baidowi melalui keterangan tertulis, Jumat (28/6/2019).

Baca juga: Gerindra: Prabowo Serahkan Nasib Koalisi ke Masing-masing Partai


PPP pun mengucapkan selamat kepada pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf.

Dengan ditolaknya gugatan Prabowo-Sandiaga, artinya kemenangan berada di tangan Jokowi-Ma'ruf.

Baidowi berharap kemenangan Jokowi-Ma'ruf juga bisa disikapi dengan arif oleh masyarakat. Perpecahan yang terjadi selama pilpres harus berakhir demi persatuan bangsa.

"Kemenangan ini bukan hanya kemenangan KIK (Koalisi Indonesia Kerja) semata, tapi kemenangan rakyat Indonesia. Maka dari itu, marilah kita semua akhiri keterbelahan karena politik tapi rajut kembali persatuan dan kesatuan demi kemajuan bangsa," ujar Baidowi.

Baca juga: PKS: Saatnya Koalisi Prabowo-Sandiaga Jadi Oposisi Kritis dan Konstruktif

Sebelumnya, majelis hakim konstitusi menolak seluruh gugatan sengketa hasil Pemilu Presiden 2019 yang diajukan pasangan calon presiden-calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Mahkamah, permohonan pemohon tidak beralasan menurut hukum.

Dengan demikian, pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan memimpin Indonesia periode 2019-2024.

Baca tentang
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X