Komisi III DPR Serahkan DIM RUU Pemasyarakatan kepada Menkumham

Kompas.com - 27/06/2019, 16:39 WIB
Komisi III DPR menggelar rapat dengan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/6/2019) KOMPAS.com/HaryantipuspasariKomisi III DPR menggelar rapat dengan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/6/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi III DPR menggelar rapat dengan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

Pada rapat tersebut, Ketua Komisi III Aziz Syamsuddin menyerahkan Daftar Inventaris Masalah (DIM) RUU Pemasyarakatan kepada Kemenkumham.

"Perlu kami sampaikan pertama yaitu penyerahan dan pengesahan daripada DIM nantinya dari pihak pemerintah terhadap RUU Pemasyarakatan," kata Aziz di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/6/2019).

Aziz mengatakan, pada RUU Pemasyarakatan terdapat 192 DIM tetap.

Selain itu, DIM yang bersifat tetap dengan catatan sebanyak 43, DIM yang bersifat redaksional sebanyak 53, DIM yang meminta penjelasan sebanyak 9, substansi ada 109 DIM, dan substansi baru sebanyak 50 DIM.

Ia mengatakan, DIM tersebut akan dibahas oleh Menkumham dan Kementerian PAN-RB. Kemudian, akan dilanjutkan ke tahap Panitia Kerja (Panja) di DPR.

"Mudah-mudahan ini bisa kita sisir, dan kita sepakati mana hal-hal yang tidak kita sepakati  dan pembahasannya bisa kita dorong kedalam pembahasan panja," ujar Aziz.

Sebagai pimpinan rapat, Aziz Syamsuddin langsung menyerahkan DIM kepada Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Yasonna berharap, pembahasan RUU Pemasyarakatan itu berlangsung cepat.

"Kami berharap setelah pembahasan nanti, kita bisa mempercepat pembahasan ini dan betul-betul rancangan undang-undang ini mereformasi sistem pemasyarakatan kita," kata Yasonna.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hingga 24 Oktober, Pemerintah Telah Periksa 4.293.347 Spesimen dari 2.711.239 Orang Terkait Covid-19

Hingga 24 Oktober, Pemerintah Telah Periksa 4.293.347 Spesimen dari 2.711.239 Orang Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Kasus Suspek Covid-19 Capai 166.380

UPDATE 24 Oktober: Kasus Suspek Covid-19 Capai 166.380

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Tambah 4.119, Pasien Covid-19 Sembuh Kini Ada 309.219 Orang

UPDATE 24 Oktober: Tambah 4.119, Pasien Covid-19 Sembuh Kini Ada 309.219 Orang

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 13.205

UPDATE 24 Oktober: Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 13.205

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Tambah 4.070, Kasus Positif Covid-19 Jadi 385.980

UPDATE 24 Oktober: Tambah 4.070, Kasus Positif Covid-19 Jadi 385.980

Nasional
Wapres Sebut Perkembangan Industri Halal Harus Seiring Kebijakan Pro-UMKM

Wapres Sebut Perkembangan Industri Halal Harus Seiring Kebijakan Pro-UMKM

Nasional
Hingga Oktober 2020, Realisasi Anggaran BP3S Capai 61,47 Persen

Hingga Oktober 2020, Realisasi Anggaran BP3S Capai 61,47 Persen

Nasional
KSPI Akan Demo Besar-besaran 1 November jika Jokowi Teken UU Cipta Kerja

KSPI Akan Demo Besar-besaran 1 November jika Jokowi Teken UU Cipta Kerja

Nasional
Jumlah Halaman UU Cipta Kerja Berubah Lagi, KSPI: Seperti Sinetron Kejar Tayang

Jumlah Halaman UU Cipta Kerja Berubah Lagi, KSPI: Seperti Sinetron Kejar Tayang

Nasional
PBNU Dukung Penangkapan Gus Nur, Sebut Sudah Berulang Kali Bikin Marah Warga NU

PBNU Dukung Penangkapan Gus Nur, Sebut Sudah Berulang Kali Bikin Marah Warga NU

Nasional
Wapres Ma'ruf Soroti Ekspor Produk Halal RI Kalah dengan Brazil dan Australia

Wapres Ma'ruf Soroti Ekspor Produk Halal RI Kalah dengan Brazil dan Australia

Nasional
Dini Hari, Polisi Tangkap Gus Nur di Kediamannya

Dini Hari, Polisi Tangkap Gus Nur di Kediamannya

Nasional
Ini Strategi yang Harus Dijalankan Indonesia untuk Jadi Pusat Produk Halal Dunia

Ini Strategi yang Harus Dijalankan Indonesia untuk Jadi Pusat Produk Halal Dunia

Nasional
Wapres: Indonesia Miliki Peluang Besar sebagai Produsen dan Pengekspor Produk Halal Terbesar di Dunia

Wapres: Indonesia Miliki Peluang Besar sebagai Produsen dan Pengekspor Produk Halal Terbesar di Dunia

Nasional
Jokowi Berterima Kasih dan Beri Penghormatan kepada Para Dokter

Jokowi Berterima Kasih dan Beri Penghormatan kepada Para Dokter

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X