Perwakilan Kepolisian dan Kejaksaan Dinilai Tak Harus Ada di Struktur Pimpinan KPK

Kompas.com - 26/06/2019, 17:00 WIB
Pakar hukum tata negara, Bivitri Susanti, dalam sebuah diskusi di kantor Formappi, Kamis (13/6/2019). CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.comPakar hukum tata negara, Bivitri Susanti, dalam sebuah diskusi di kantor Formappi, Kamis (13/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti menilai, tak relevan lagi jika harus ada perwakilan dari kepolisian maupun kejaksaan dalam struktur pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut dia, KPK merupakan lembaga yang memiliki desain khusus. Adanya perwakilan polisi maupun kejaksaan dianggap bisa mengulang kembali catatan soal kepentingan institusi atau kelompok.

"Desain uniknya ada. Bagaimana KPK bisa memiliki penyidik sendiri dan soal penuntutannya masuk ke pengadilan tipikor. Secara kelembagaan, KPK sudah didesain khusus. Maka sebenarnya tidak relevan lagi untuk mengatakan bahwa harus ada perwakilan dari polisi dan jaksa," ujar Bivitri dalam diskusi terkait capim KPK 2019-2024 di Kantor LBH, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019).

Baca juga: Alasan Yenti Garnasih Pillih Jadi Ketua Pansel ketimbang Capim KPK

Ia menilai, tak masalah jika tidak ada perwakilan dari kepolisian maupun kejaksaan karena tak ada aturan hukum yang dilanggar terkait hal tersebut.

Bivitri menegaskan, UU juga tidak mengharuskan adanya perwakilan kepolisian maupun kejaksaan sebagai Pimpinan KPK.

"Yang unik adalah, dulu kan polisi dan jaksa daftar secara personal. Nah ini sekarang mendapatkan karpet merah sehingga yang maju langsung dari institusinya, bahkan sampai ada daftar nama resminya," kata dia.

Ia mengingatkan, jangan sampai ada persepsi bahwa calon Pimpinan KPK harus ada perwakilan dari kepolisian maupun kejaksaan.

"Jadi potensi benturnya kepentingan sangat besar. Ini sangat buruk untuk masa depan korupsi di Indonesia," ujar Bivitri.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X