TKN Akan Konsultasi ke Jokowi-Ma'ruf soal Rencana Melaporkan Saksi 02

Kompas.com - 26/06/2019, 07:45 WIB
Direktur Hukum dan Advokasi TKN, Ade Irfan Pulungan, di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2019) malam. KOMPAS.com/Devina HalimDirektur Hukum dan Advokasi TKN, Ade Irfan Pulungan, di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2019) malam.
Penulis Jessi Carina
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional ( TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ade Irfan Pulungan mengatakan ada rencana dari direktoratnya untuk melaporkan salah satu saksi yang dihadirkan tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sidang sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi.

Ade mengaku akan berkonsultasi terlebih dulu dengan TKN secara keseluruhan dan juga pasangan Jokowi-Ma'ruf dalam sengketa ini.

"Kami akan kaji tentunya kami koordinasi dan konsultasi khususnya kepada TKN dan principal kami karena mau enggak mau menyangkut persoalan principal," ujar Irfan di Jalan Cemara, Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Baca juga: KPU Sebut Pernyataan Saksi 02 soal Amplop Tak Sesuai Fakta


Saksi yang menurut Irfan telah menyampaikan keterangan palsu adalah Hairul Anas Suaidi, yang mengaku mengikuti pelatihan saksi TKN Jokowi-Ma'ruf. Hairul dihadirkan oleh kubu Prabowo-Sandi sebagai saksi di sidang MK.

Dalam sidang, Hairul menyebut Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (purn) Moeldoko mempresentasikan materi dengan menggunakan slide yang salah satu isinya berjudul "kecurangan bagian dari demokrasi".

Irfan mengatakan hal itu tidak benar. Sebab Moeldoko tidak pernah menyampaikan slide ketika berbicara pada pelatihan saksi itu. Slide tersebut disampaikan oleh Anas Nashikin.

Adapun, Anas telah dihadirkan tim hukum Jokowi-Ma'ruf sebagai saksi dalam sidang MK untuk membantah kesaksian Hairul.

Irfan mengatakan kesaksian palsu dalam persidangan bisa diancam 7 tahun penjara.

"Ini masih kami koordinasikan karena memang keterangan Hairul Anas ini dijadikan bahan framing oleh kuasa hukum 02. Seolah-olah benar adanya TSM itu terjadi. Padahal itu imajinasi saja," kata Irfan.

Baca juga: Saksi 02 Ungkap Ada Materi Kecurangan Bagian dalam Demokrasi dalam Pelatihan Saksi TKN

Selain Hairul Anas, Irfan berpendapat ada satu lagi saksi yang bisa dilaporkan karena memberi keterangan palsu dalam sidang.

Saksi yang dimaksud adalah Beti Kristiana yang mengaku menemukan 4 karung amplop bekas. Amplop tersebut diyakini Beti pernah digunakan sebagai pembungkus surat suara.

Hal tersebut sudah dibantah oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai termohon dalam sidang. Menurut Irfan, pelaporan terhadap Beti lebih tepat jika dilakukan oleh KPU.

"Nah mengenai saksi Beti ini kita minta ke termohon KPU karena lebih mengarah kepada KPU tuduhannya," ujar Irfan.

Kompas TV Rencana Persaudaraan Alumni 212 menggelar aksi 'Halalbihalal' di depan gedung MK jelang putusan Prabowo di depan gedung MK pada hari Kamis nanti mendapat penolakan dari sejumlah pihak termasuk BPN Prabowo-Sandi dan Kepolisian. Meski begitu BPN mengaku tidak bisa melarang adanya rencana aksi tersebut pada hari putusan MK. #PA212 #PutusanMK

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X