Kompas.com - 26/06/2019, 06:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Momen Ramadhan Tahun 2019, menjadi kesan tersendiri bagi Pakar Tindak Pidana Pencucian Uang Universitas Trisakti, Yenti Garnasih. Karena saat Bulan Suci umat Muslim itu lah dia terlibat lagi sebagai Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal ini diceritakan Yenti saat berbincang dengan Kompas.com di Gedung Rektorat Universitas Trisakti, Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Presiden Joko Widodo telah menetapkan Yenti sebagai Ketua Pansel Calon Pimpinan KPK periode 2019-2023. Dibentuknya Pansel itu diumumkan oleh pihak Istana Kepresidenan pada 17 Mei 2019.

Ini merupakan kedua kalinya Yenti terlibat di dalam Pansel KPK. Sebelumnya, ia pernah menjadi anggota Pansel KPK periode 2015-2019.

Baca juga: Politisi PDI-P Minta Pansel KPK Cari Capim KPK Yang Tak Terpapar Anti-Pancasila

"Saya ditelepon kira-kira tiga hari sebelum diputuskan. Dari Sekretariat Negara mengatakan, Ibu seandainya namanya jadi Pansel, ini baru diusulkan loh, jadi saya tahunya hanya diusulkan ya. Nah, bersedia apa tidak? Tapi ini buru-buru," ujar Yenti mengingat perbincangan di telepon itu.

Yenti sempat bingung mengapa pihak Istana terburu-buru. Pada saat itu, Yenti menyatakan bersedia karena mengingat baru sebatas pada usulan. Dia juga mau karena berpengalaman menjadi pansel empat tahun lalu. 

Yenti juga menganggap harus ada keputusan cepat pada saat itu. 

"Karena kan beberapa hari sebelumnya Presiden kan selalu ditekan, mana kok Panselnya belum dibuat, ini buru-buru loh, gitu kan. Saya sempat baca. Jadi saya juga ikut terburu-buru, iya, gitu aja," ungkap Yenti.

Yenti sempat lupa soal tawaran Istana tersebut. Sampai pada waktu menjelang berbuka puasa pada 17 Mei 2019, ia mendapatkan banyak ucapan selamat di ponselnya karena terpilih sebagai Ketua Pansel KPK.

Yenti sempat tak percaya meski ada yang menunjukkan SK. 

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.