BPN Minta Pendukung Nonton Sidang Putusan MK dari Rumah Masing-masing

Kompas.com - 25/06/2019, 12:14 WIB
Hakim Mahkamah Konstitusi menunjukan sebagian bukti pihak pemohon yang belum bisa diverifikasi saat sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (19/6/2019). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi fakta dan saksi ahli dari pihak pemohon. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pd.ANTARAFOTO/Hafidz Mubarak A Hakim Mahkamah Konstitusi menunjukan sebagian bukti pihak pemohon yang belum bisa diverifikasi saat sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (19/6/2019). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi fakta dan saksi ahli dari pihak pemohon. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pd.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta para pendukung, relawan, dan simpatisan untuk tidak datang ke sekitar gedung Mahkamah Konstitusi saat sidang putusan sengketa pilpres pada Kamis (27/6/2019).

Apalagi, sidang putusan tersebut juga sudah disiarkan secara langsung oleh sejumlah stasiun televisi.

"Seluruh pendukung diharapkan ada di rumah, nonton dari televisi masing-masing," kata Juru Bicara BPN Andre Rosiade di Media Center Prabowo-Sandiaga, di Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Baca juga: TKN dan BPN Siap Terima Apa Pun Putusan MK


Andre mengatakan, Prabowo-Sandiaga sendiri tidak akan hadir di Gedung MK saat sidang putusan.

Sebab, keduanya sudah menyerahkan sepenuhnya proses di MK kepada para kuasa hukum.

Andre berharap, para pendukung bisa mengikuti langkah Prabowo-Sandiaga dan menyaksikan sidang putusan dari rumah.

Apa pun putusan MK nantinya, Andre juga mengingatkan para pendukung untuk menyikapinya dengan dewasa.

"Apa pun keputusan yang akan diambil, kuasa hukum kita sudah buktikan adanya kecurangan. Oleh karena itu para pendukung tetap sejuk dan kondusif apa pun putusan MK," kata dia.

Baca juga: BPN Mengaku Tak Bisa Larang Pendukung Prabowo Mobilisasi Massa pada Hari Putusan MK

Sebelum sidang pembacaan putusan ini, MK sudah menggelar sidang sebanyak lima kali.

Dalam sidang pertama, Tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno selaku pihak pemohon sudah membaca poin-poin gugatannya. Pada sidang selanjutnya, mereka juga sudah membawa saksi dan ahli untuk memperkuat argumen dalam gugatan yang diajujan.

Demikian pula dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku termohon dan pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf sebagai pihak terkait.

Melalui tim kuasa hukum masing-masing, mereka sudah menyampaikan pembelaannya. Termasuk membawa saksi dan ahli yang dipercaya bisa membantah gugatan pemohon.

Selanjutnya, Mahkamah akan mempelajari, melihat, meneliti alat-alat bukti serta dalil dan argumen yang telah disampaikan selama persidangan sebelum mengambil keputusan.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X