Nasdem Tegaskan Tidak Minta Jatah Menteri kepada Jokowi

Kompas.com - 24/06/2019, 17:16 WIB
Panitia aksi Kita Indonesia bidang advokasi, Taufik Basari saat di Mapolda Metro Jaya, Senin (5/12/2016). Akhdi Martin Pratama Panitia aksi Kita Indonesia bidang advokasi, Taufik Basari saat di Mapolda Metro Jaya, Senin (5/12/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasional Demokrat ( Nasdem) Taufik Basari mengatakan, pihaknya tidak meminta balas jasa politik melalui jatah menteri jika Joko Widodo kembali terpilih sebagai Presiden RI periode 2019-2024.

Menurut dia, Nasdem mendorong menteri yang dipilih berdasarkan kualitas dan profesionalitas pada bidang yang dibutuhkan.

"Sejak 2014, Nasdem memperkenalkan yang namanya dukungan tanpa syarat. Dukungan yang kami berikan kepada Presiden Jokowi di 2014 maupun 2019 itu kami berikan tanpa melakukan politik transaksional," ujar Taufik saat ditemui di Depok, Jawa Barat, Senin (24/6/2019).

Baca juga: Nasdem: Sikap Demokrat-PAN Harus Jelas jika Gabung Koalisi Jokowi


Nasdem mendukung langkah Presiden Jokowi jika ingin membentuk zaken kabinet. Kabinet tersebut akan diisi oleh orang-orang yang memiliki kemampuan sesuai bidangnya masing-masing.

Taufik mengatakan, kabinet yang diisi oleh orang-orang berkualitas dan profesional mampu menjalankan pemerintahan secara maksimal.

"Kami tidak mempermasalahkan apakah yang bersangkutan profesional berlatar belakang parpol atau profesional murni yang berlatar praktisi. Jadi kita tidak mempersoalkan itu," ujar Taufik.

Baca juga: Nasdem Klaim Raih Peningkatan Suara Terbanyak di Pileg 2019

"Yang terpenting adalah kemampuannya dulu. Kami berharap partai pengusung Jokowi lainnya juga sepemikiran sehingga kabinet berikutnya bisa terlepas dari kepentingan apa pun," lanjut dia.

Taufik menyebut partainya tidak meminta jatah menteri. Namun, jika ada kadernya yang profesional ditunjuk oleh Presiden, maka Nasdem menyerahkan hal itu pada hak prerogatif Presiden.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X