TKN Jalin Komunikasi dengan Gerindra, Upayakan Pertemuan Jokowi dan Prabowo

Kompas.com - 24/06/2019, 10:59 WIB
Capres urut 1 Joko Widodo dan nomor urut 2 Prabowo Subianto berjalan bersama pada Deklarasi Kampanye Damai dan Berintegritas di Kawasan Monas, Jakarta, Minggu (23/9/2018). Deklarasi tersebut bertujuan untuk memerangi hoaks, ujaran kebencian dan politisasi SARA agar terciptanya suasana damai selama penyelenggaraan Pilpres 2019. MAULANA MAHARDHIKACapres urut 1 Joko Widodo dan nomor urut 2 Prabowo Subianto berjalan bersama pada Deklarasi Kampanye Damai dan Berintegritas di Kawasan Monas, Jakarta, Minggu (23/9/2018). Deklarasi tersebut bertujuan untuk memerangi hoaks, ujaran kebencian dan politisasi SARA agar terciptanya suasana damai selama penyelenggaraan Pilpres 2019.
Penulis Jessi Carina
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani mengatakan kedua tim sukses pasangan calon presiden dan wakil presiden berkomunikasi untuk mempertemukan capres nomor urut 01 Joko Widodo dan nomor urut 02 Prabowo Subianto.

"Komunikasi antara kedua pihak terus berlangsung, termasuk antara kami yang di TKN dengan para elite Gerindra yang mewakili Pak Prabowo," ujar Arsul ketika dihubungi, Senin (24/6/2019).

Arsul mengatakan, tidak ada istilah saling menunggu, kedua pihak sama-sama memiliki sikap yang positif.

Menurut politisi PPP ini, TKN dan elite Partai Gerindra juga sering bertemu atas inisiatif yang bergantian.

"Kami sama-sama punya sikap positif, sering bertemu dengan inisiatif bergantian. Kadang yang ajak dari elite Gerindra, kadang dari kami yang di TKN," ujar Arsul.

Sebelumnya, Arsul juga mengatakan bahwa pertemuan Jokowi dan Prabowo bukan karena keduanya punya hubungan buruk.

Baca juga: TKN: Rekonsiliasi Bukan karena Jokowi dan Prabowo Bermusuhan

Menurut dia, pertemuan itu dibutuhkan untuk kepentingan yang lebih besar yaitu menyatukan masyarakat.

Selama ini sikap bermusuhan sering ditunjukan oleh elemen pendukung. Pertemuan antara Jokowi dan Prabowo diharapkan menjadi simbol rekonsiliasi supaya sesama pendukung berdamai kembali.

Kompas TV Di tengah berlangsungnya sidang perdana sengketa hasil Pemilu Presiden 2019, Presiden Joko Widodo ikut berkomentar. Jokowi mengatakan untuk terus mengikuti proses hukum serta angkat bicara terkait usulan rekonsiliasi dengan Prabowo Subianto. Presiden Jokowi mengatakan Sidang Perselisihan Hasil Pilpres 2019 yang tengah bergulir di Mahmakah Konstitusi harus dihargai dan dihormati. Sementara itu terkait usulan akademisi Yogyakarta yang meminta Sri Sultan Hamengkubuwono X memimpin rekonsiliasi dengan Prabowo, Jokowi mengatakan rekonsiliasi bisa dilakukan di mana saja di Yogyakarta di dalam MRT Jakarta atau bahkan sambil naik kuda. #Rekonsiliasi #JokoWidodo #PrabowoSubianto

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X