Presiden Jokowi Dorong Penyelesaian Batas ZEE RI-Vietnam

Kompas.com - 22/06/2019, 21:31 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc (kiri) saat pertemuan bilateral Indonesia-Vietnam di sela-sela KTT ASEAN ke-34 di Bangkok, Thailand, Sabtu (22/6/2019). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj. ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIPresiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc (kiri) saat pertemuan bilateral Indonesia-Vietnam di sela-sela KTT ASEAN ke-34 di Bangkok, Thailand, Sabtu (22/6/2019). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj.
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mendorong penyelesaian negosiasi batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) antara Indonesia dan Vietnam. Dorongan itu diungkapkan Presiden Jokowi saat bertemu Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Xuan Phuc.

Pertemuan bilateral itu dilakukan disela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-34 ASEAN di Hotel Athenee Bangkok, Thailand pada Sabtu (22/6/2019).

Kepala Negara menyampaikan isu ZEE kerap muncul dalam pertemuan antara Indonesia dan Vietnam. Jokowi berharap permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan segera karena berpotensi dapat menimbulkan masalah.

"Insiden-insiden yang terjadi antara otoritas keamanan laut kedua negara akhir-akhir ini merupakan salah satu dampaknya. Untuk itu, Saya berharap Yang Mulia dapat menginstruksikan kepada tim teknis Vietnam untuk dapat segera menyelesaikan perundingan batas ZEE," kata Presiden seperti dikutip Antara.


Dalam pertemuan tersebut, Presiden juga menyampaikan penghargaan atas dukungan Vietnam terhadap pengembangan Outlook ASEAN mengenai Indo-Pasifik yang akan diadopsi dalam KTT ASEAN.

“"Draf Outlook ASEAN mengenai kerja sama Indo-Pasifik telah dibahas cukup lama. Dengan dukungan Vietnam, konsep ini akan dapat diadopsi pada KTT ini," ujar Presiden.

Presiden juga menyampaikan selamat kepada Vietnam yang akan menjadi negara anggota Dewan Keamanan PBB pada 2020-2021.

Dengan demikian, pada tahun 2020, akan terdapat dua negara anggota ASEAN, yakni Indonesia dan Vietnam, yang akan menjadi anggota tidak tetap DK PBB pada tahun 2020.

Baca juga: TKN dan BPN Yakin Rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo Terjadi Usai Putusan MK

Sementara itu, PM Vietnam dalam pertemuan itu menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Jokowi atas proses dan hasil Pemilu di Indonesia.

Turut hadir sejumlah pejabat yang mendampingi Presiden Jokowi yaitu Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Lalu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, dan Duta Besar Indonesia untuk Thailand Ahmad Rusdi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X