KPU Berharap MK Tolak Seluruh Permohonan Gugatan Prabowo-Sandi

Kompas.com - 22/06/2019, 20:04 WIB
Komisioner KPU Wahyu Setiawan di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat. Kompas.com/Fitria Chusna FarisaKomisioner KPU Wahyu Setiawan di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mahkamah Konsititusi ( MK) telah selesai melakukan pemeriksaan perkara hasil pilpres.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Wahyu Setiawan berharap, MK akan menolak seluruh permohonan yang diajukan oleh paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi.

"Harapan kita, seluruh permohonan pemohon ya ditolak. Kenapa begitu? Ya kan kami harus membela keputusan KPU sendiri," kata Wahyu saat dikonfirmasi, Sabtu (22/6/2019).

Baca juga: TKN dan BPN Sepakat Tak Gelar Aksi di Jalan usai Putusan MK

Namun demikian, KPU sepenuhnya menyerahkan proses kelanjutan perkara pada Mahkamah.

Apapun keputusan Mahkamah, kata Wahyu, akan dipatuhi dan dijalankan oleh KPU.

Begitupun, KPU mengapresiasi seluruh pasangan calon, baik 01 maupun 02, serta saksi dan ahli yang mereka hadirkan selama persidangan.

"Kepada semua pihak kita harus mematuhi hukum. Dan kita harus menerima apapun keputusan MK nanti," ujarnya.

Baca juga: TKN dan BPN Yakin Rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo Terjadi Usai Putusan MK

MK telah selesai menggelar pemeriksaan perkara hasil pilpres melalui persidangan.

Sidang digelar sebanyak lima kali, dengan agenda pembacaan dalil pemohon, pembacaan dalil termohon dan pihak terkait, pemeriksaan saksi pemohon, termohon, serta pihak terkait.

Selanjutnya, Mahkamah akan mempelajari, melihat, meneliti alat-alat bukti serta dalil dan argumen yang telah disampaikan selama persidangan. Menurut jadwal, MK akan memutuskan sengketa perkara pada Jumat (28/6/2019). 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X