Ketua DPP Golkar: Yorrys Jangan Asal Bicara

Kompas.com - 22/06/2019, 16:53 WIB
Politikus Partai Golkar Yorrys Raweyai. Fabian Januarius KuwadoPolitikus Partai Golkar Yorrys Raweyai.
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Bidang Ormas DPP Golkar Sabil Rachman mempertanyakan sikap Yorrys Raweyai yang menyebut Airlangga Hartarto sulit untuk menjadi Ketua Umum Golkar dua kali berturut turut.

"Yorrys jangan asal bicara, dia harus menunjukkan aturan yang melarang atau tidak membolehkan atau membatasi periodisasi jabatan ketua umum," kata Sabil dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (22/6/2019).

Ia menegaskan, kepengurusan Golkar yang dipimpin Airlangga Hartarto sesungguhnya baru berjalan satu setengah tahun.

Baca juga: Yorrys Ingatkan Airlangga, Sulit Jadi Ketum Golkar 2 Kali Berturut-turut

Sebab, kepemimpinan Airlangga ini masih kelanjutan tanggung jawab dan amanah hasil Munas Bali Desember 2014 yang memilih Aburizal Bakrie sebagai ketua umum.

Terlepas dari itu, ia juga menegaskan tidak ada ketentuan atau aturan organisasi yang membatasi priode jabatan ketua umum.

"Mungkin bisa diusulkan dalam Munas Desember bahwa seluruh pimpinan Golkar pada semua tingkatan baik Ketua umum pada tingkat DPP, ketua pada tingkat provinsi, kabupaten, dan kota cukup maksimal dua kali dengan catatan punya prestasi terukur. Saya kira ini bagus untuk regenerasi dan kaderisasi," kata dia.

Selain itu, Sabil juga mempertanyakan kapasitas Yorrys bicara soal Munas Golkar. Sebab saat ini Yorrys sudah menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) terpilih dan sudah mundur dalam kepengurusan serta tidak punya hak suara di Munas.

"Sebagai calon anggta DPD maka sebaiknya pak Yorrys lebih fokus persiapkan diri mengemban tugas sebagai anggta DPD terpilih, jangan masuk pada wilayah Partai lagi.

Politisi senior Partai Golkar Yorrys Raweyai mempersilakan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang berkeinginan maju kembali di pemilihan Ketua Umum di Musyawarah Nasional (Munas) pada Desember 2019 mendatang.

Namun menurut Yorrys, langkah Airlangga untuk kembali memimpin partai beringin tak akan mulus. Sebab, ia menilai sulit untuk menjabat ketua umum Golkar dua periode berturut-turut.

"Itu hak, mencoba kan boleh- boleh saja, tapi enggak mungkin," ujar Yorrys dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (22/6/2019).

Baca juga: Konsolidasi Daerah, Airlangga Pastikan Munas Golkar Desember 2019

Ia menceritakan sejarah Partai Golkar, hanya Akbar Tanjung yang sukses menjabat dua periode. Hal itu bisa terjadi karena peralihan dari era orde baru ke era reformasi.

Namun setelah itu, tak ada lagi ketua umum Golkar yang menjabat dua kali berturut-turut. Saat Aburizal Bakrie mau melakukan hal serupa pada 2014, justru terjadi dualisme kepemimpinan berkepanjangan di tubuh partai beringin.

"Dulu Aburizal saja paling solid paling kuat saja kita melawan. Ini partai kader," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X