Kompas.com - 21/06/2019, 21:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sempat berkelakar saat sidang sengketa hasil pilpres, Jumat (21/6/2019).

Kelakar ini muncul ketika Arief mempersilakan Kuasa Hukum paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk mengajukan pertanyaan ke ahli yang dihadirkan Kuasa Hukum paslon 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Sekarang kita melangkah ke ahli Pak Heru (Heru Widodo), saya persilakan tiga orang dari kuasa pemohon," kata Arief.

Baca juga: Ahli: Tim Hukum Prabowo-Sandiaga Tak Dapat Buktikan Kecurangan TSM

Kalimat Arief disambut salah seorang Kuasa Hukum 02, Luthfi Yazid.

"Terima kasih Yang Mulia. saya juga tidak mau kalah Yang Mulia dengan teman-teman (kuasa hukum 02) saya," ujar Luthfi.

Sebelum Luthfi, beberapa kuasa hukum 02 sudah lebih dulu mengajukan pertanyaan ke ahli.

Kuasa hukum 02 seperti Bambang Widjojanto, Denny Indrayana, Teuku Nasrullah, dan Iwan Satriawan memberikan pertanyaan yang jumlahnya tidak sedikit. Oleh karenanya, Luthfi mengaku tidak mau kalah dalam mengajukan pertanyaan.

Saat itulah, Arief berkelakar menyebut bahwa sidang di MK adalah kontes para pakar hukum.

Baca juga: KPU Sebut Pernyataan Saksi 02 soal Amplop Tak Sesuai Fakta

"Ya ini anu kok, apa namanya, kontes para pakar hukum supaya didengar oleh seluruh rakyat Indonesia, bagaimana para pakar hukum Indonesia berdebat di forum ini," kata Arief.

Luthfi hanya menjawab dengan ucapan terima kasih serta senyuman. Ia lalu melanjutkan pertanyaannya.

"Terima kasih, Yang Mulia," ujar Luthfi.

Kompas TV Salah satu Tim Hukum Prabowo-Sandiaga, Teuku Nasrullah, menyindir Eddy OS Hieraiej saat menjadi ahli tim hukum Jokowi-Ma'ruf dalam sidang sengketa hasil pilpres 2019. Nasrullah menyebu Eddy OS Hieraiej sebagai kuasa hukum terselubung Tim Jokowi-Ma'ruf. Nasrullah bahkan tidak memberi pertanyaan apapun untuk memberi julukan itu. Nasrullah beralasan makalah yang disampaikan dalam persidangan lebih mirip eksepsi dan pleidoi. Bahkan menurut Nasrullah, Eddy sangat layak duduk di jajaran kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf dalam persidangan itu. #SidangGugatanPilpres #TeukuNasrullah #EddyOSHieraiej
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.