Saksi 01: Mohon Maaf, Huruf "R" Saya Agak Kurang...

Kompas.com - 21/06/2019, 11:28 WIB
Hakim Mahkamah Konstitusi menunjukan sebagian bukti pihak pemohon yang belum bisa diverifikasi saat sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (19/6/2019). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi fakta dan saksi ahli dari pihak pemohon. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pd. ANTARAFOTO/Hafidz Mubarak AHakim Mahkamah Konstitusi menunjukan sebagian bukti pihak pemohon yang belum bisa diverifikasi saat sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (19/6/2019). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi fakta dan saksi ahli dari pihak pemohon. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pd.
Penulis Jessi Carina
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Saksi tim hukum Jokowi-Ma'ruf, Anas Nashikin, meminta maaf kepada Majelis Hakim Konstitusi karena kurang lancar melafalkan huruf R.

Akibatnya, dia kesulitan menyebut kata-kata yang mengandung huruf R dalam persidangan.

Hal ini terungkap ketika Hakim Konstitusi Manahan Sitompul bertanya apakah dia pernah mengikuti training of trainer Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf.

"Pernah, tanggal 20-21 Februari bertempat di Hotel El Royale," ujar Anas saat menjadi saksi sengketa pilpres di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat (21/6/2019).

Baca juga: Saksi Klarifikasi Tuduhan kepada Moeldoko soal Kalimat Kecurangan Bagian dari Demokrasi

Hakim Manahan sempat menanyakan kembali nama hotel yang disebut Anas. Sebab, Anas seolah-olah mengucapkan dengan lafal yang berbeda yaitu Hotel El Loyale.

Anas kemudian meminta maaf kepada Hakim.

"Mohon maaf huruf R saya agak kurang. Jadi Royale bukan Loyale, bukan. Agak susah soal R-nya," ujar Anas.

Manahan tersenyum dan memaklumi itu. Dia kemudian bertanya apa yang dimaksud dengan ToT.

Baca juga: Hakim: Pak Bambang Widjojanto Stop, Kalau Tidak Saya Suruh Keluar...

Anas menjawab bahwa ToT yang dimaksud adalah training of trainer. Manahan pun menggoda Anas karena harus melafalkan huruf R dalam kata "training of trainer".

"Ada juga R-R-nya ya ini," ujar Manahan.

Adapun, Anas memperkenalkan diri sebagai tenaga ahli di Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa. Dia merupakan koordinator bidang pelatihan saksi di Direktorat Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf.

Anas menjadi saksi untuk membantah kesaksian Hairul Anas Suadi yang menjadi saksi pemohon. Hairul mengaku sebagai caleg PBB yang mengikuti kegiatan training of trainer itu.

Menurut Anas, salah satu pemateri dalam pelatihan itu adalah Wakil Ketua TKN Moeldoko. Anas menuturkan, salah satu materi yang disebutkan Moeldoko adalah istilah kecurangan bagian dari demokrasi.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X