Saksi di MK Merasa Terancam Gara-gara Banyak Mobil Parkir di Depan Rumah

Kompas.com - 19/06/2019, 17:34 WIB
Hakim Mahkamah Konstitusi menunjukan sebagian bukti pihak pemohon yang belum bisa diverifikasi saat sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (19/6/2019). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi fakta dan saksi ahli dari pihak pemohon.ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A Hakim Mahkamah Konstitusi menunjukan sebagian bukti pihak pemohon yang belum bisa diverifikasi saat sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (19/6/2019). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi fakta dan saksi ahli dari pihak pemohon.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hermansyah yang dihadirkan sebagai saksi Prabowo-Sandiaga dalam sidang sengketa hasil pemilihan presiden di Mahkamah Konstitusi ( MK) mengaku dalam kondisi yang terancam.

Hermansyah merasa khawatir karena curiga dengan banyaknya mobil yang terparkir di depan rumahnya.

"Bagaimana mendefinisikan, saya masih ragu. Tapi ada beberapa mobil berhenti di depan rumah saya," kata Hermansyah kepada majelis hakim, Rabu (19/6/2019).

Baca juga: Tim Hakim 02 Tarik Dua Saksi Sengketa Pilpres Meski Telah Disumpah

Menurut Hermansyah, kejadian itu terjadi sehari sebelum dia memberikan keterangan sebagai saksi di MK. Hermansyah mengetahui hal itu dari kamera pengawas yang dipasang di halaman rumahnya.

Hakim menanyakan, apakah Hermansyah sudah melaporkan hal itu kepada polisi. Namun, Hermansyah mengatakan dia belum membuat laporan polisi karena tak ada ancaman fisik secara langsung yang diterimanya.

Meski demikian, Hermansyah mengaku tidak ada halangan saat dia berangkat menuju Gedung MK pada Rabu pagi. Hermansyah juga tidak menemukan hal-hal yang aneh saat berada di Gedung MK.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X