Jenis Senjata yang Dipakai untuk Tembak Korban Kerusuhan 22 Mei Masih Didalami

Kompas.com - 19/06/2019, 16:08 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo saat konferensi pers di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (4/6/2019).KOMPAS.com/Devina Halim Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo saat konferensi pers di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (4/6/2019).
Penulis Devina Halim
|

JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi masih mendalami pengguna dan jenis senjata yang digunakan untuk melepas peluru berkaliber 5,56 milimeter dan 9 milimeter saat kerusuhan di Jakarta pada 21-22 Mei 2019.

Kaliber peluru diketahui dari hasil uji laboratorium forensik yang dilakukan polisi. Peluru-peluru tersebut ditemukan dari beberapa korban kerusuhan.

"Yang 5,56 milimeter itu juga sudah diketahui untuk kalibernya. Cuma senjata yang digunakan masih didalami karena senjata ini kan sulit, siapa yang menggunakan senjata ini untuk menembakkan dengan menggunakan kaliber 5,56 dan 9 milimeter," ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Rabu (19/6/2019).

Baca juga: Hasil Labfor Polri Temukan 2 Ukuran Proyektil di Tubuh Korban Pelaku Kerusuhan 22 Mei


Dedi menuturkan peluru tersebut dapat berasal dari senjata standar yang digunakan aparat Kepolisian maupun TNI hingga senjata rakitan.

Ia mencontohkan seperti teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang menggunakan peluru standar tetapi dengan senjata rakitan.

"Contoh konflik di Papua, di Maluku, termasuk tersangka-tersangka teroris MIT. Itu kan dia mendapat peluru organik, cuma senjata yang digunakan itu sebagian besar senjata rakitan," ujar dia.

Selain itu, kesulitan lain adalah polisi juga harus menemukan pembandingnya.

"Oke ketemu senjatanya, ketemu pembandingnya, itu yang digunakan untuk menembak itu senjata siapa, itu perlu pembuktian, perlu analisis cukup dalam," ujar dia.

Baca juga: Polisi Sebut Korban Selamat dari Tembakan Saat Kerusuhan 21-22 Mei Sudah Kembali ke Rumah

Sebelumnya, polisi melakukan uji balistik terhadap proyektil yang menewaskan para korban kerusuhan di Jakarta pada 21-22 Mei 2019.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Asep Adi Saputra mengatakan, dua proyektil ditemukan dari korban tewas, Abdul Azis dan Harun Al Rasyd.

"Kedua proyektil sudah kami sita dan saat ini sedang kami uji balistik," ujar Asep saat konferensi pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin (17/6/2019).

Sementara itu, sebuah proyektil lain diamankan polisi dari korban selamat dengan nama Zulkifli yang tertembak di bagian paha. Zulkifli diketahui telah pulang ke rumah dan menjalani rawat jalan.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X