Alasan BPN Tak Protes Rekapitulasi Manual di Rapat Pleno KPU

Kompas.com - 18/06/2019, 19:48 WIB
Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak saat ditemui di media center Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak saat ditemui di media center Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan saksi dari pihaknya tak memprotes hasil rekapitulasi manual saat rapat pleno di Komisi Pemilihan Umum (KPU), lantaran informasi yang didapat terkait kecurangan Pilpres belum berkembang.

Oleh karena itu, kata Dahnil, pihaknya membuka temuan kecurangan tersebut di sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal itu disampaikan Dahnil saat ditanya mengapa saksi BPN tak pernah melayangkan protes terhadap rekapitulasi manual saat rapat pleno penetapan suara di KPU.

"Pleno rekapitulasi berbeda lagi karena itu terkait tentu pada saat itu, informasi yang disampaikan saksi itu tidak berkembang seperti yang sekarang," ujar Dahnil di Media Center BPN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019).

Baca juga: BPN: KPU Meremehkan Keselamatan Para Saksi di MK

Selain itu, Dahnil mengatakan BPN merasa gerah terhadap sikap KPU yang menurutnya kerap mengesampingkan protes yang dilayangkan mereka.

Dahnil mencontohkan temuan DPT bermasalah yang ditemukan mereka. Menurut Dahnil, KPU hingga saat ini tak merespons temuan tersebut dengan baik.

"Nanti kami ungkapkan di persidangan. Karena banyak komplain yang disampaikan. Banyak komitmen yang kami sampaikan tapi tidak dikerjakan oleh KPU. Banyak perjanjian, misalnya kesepakatan dalam pertemuan, terkait DPT," lanjut Dahnil.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X