Saksi Mengaku Manfaatkan Nama Gamawan Fauzi untuk Minta Fee Proyek IPDN

Kompas.com - 17/06/2019, 19:53 WIB
Kompas TV Komisi Pemberantasan Korupsi KPK memeriksa mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi. Pemeriksaan terhadap mantan Mendagri ini terkait kasus korupsi pembangunan gedung Institut Pendidikan Dalam Negeri IPDN di Kabupaten Rokan Hilir Riau.

"Kan tidak ujug-ujug orang dimintai mengambil uang, ada cerita awalnya kok diminta Dadang (Afdal), kan kaitan dengan Pak Budi enggak ada kerjaan yang berkaitan dengan IPDN ini, kok tiba-tiba ambil uang?" tanya jaksa KPK.

"Kami jual nama Pak Gamawan. Saya bilang saja, Pak Dadang (Afdal) ini adiknya Pak Gamawan, gitu. Karena waktu itu Pak Gamawan itu dulu Menteri jadi saya dengan Pak Dadang (sepakat), kalau saya sendiri sebagai apa kan. Ibarat saya sebagai siapa gitu, jadi berdua dengan Pak Dadang untuk dapat uang (fee) itu," katanya.

Menurut dia, uang itu diserahkan terlebih dulu ke Afdal. Ia mengaku tak tahu menahu penggunaan uang itu. Akan tetapi ia mengakui menerima bagian sekitar 15 persen dari fee yang sudah diterima.

Dalam kasus ini, Budi Rachmat Kurniawan didakwa merugikan negara Rp 56,9 miliar dalam proyek pembangunan gedung kampus IPDN.

Menurut jaksa, Budi melakukan pengaturan dalam proses pelelangan untuk memenangkan PT Hutama Karya, dengan memasukkan arranger fee dalam komponen anggaran biaya lelang (ABL) untuk diberikan kepada pihak-pihak terkait pelelangan.

Baca juga: Diperiksa dalam Kasus E-KTP, Gamawan Fauzi Mengaku Dikonfirmasi soal Markus Nari

Selain itu, untuk kepentingan pribadi, Budi menandatangani kontrak, meski mengetahui adanya rekayasa dalam pelelangan. Terdakwa melakukan subkontrak pekerjaan utama tanpa persetujuan pejabat pembuat komitmen (PPK).

Kemudian, membuat pekerjaan fiktif untuk menutup biaya arranger fee, menerima pembayaran seluruhnya atas pelaksanaan pekerjaan, meski pelaksanaan pekerjaan belum selesai 100 persen atas pembangunan Kampus IPDN Provinsi Sumatera Barat di Kabupaten Agam.

Selain itu, hal serupa dilakukan dalam proyek pembangunan gedung kampus IPDN Provinsi Riau di Kabupaten Rokan Hilir pada Kementerian Dalam Negeri Tahun Anggaran 2011. Menurut jaksa, perbuatan Budi juga telah memperkaya sejumlah orang dan korporasi.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X