Dewan Kehormatan Demokrat Gelar Rapat Sikapi Manuver Max Sopacua Cs

Kompas.com - 14/06/2019, 08:47 WIB
Senior Partai Demokrat membuat gerakan untuk mendorong Kongres Luar Biasa Demokrat, di Jakarta, Kamis (13/6/2019).KOMPAS.com/Ihsanuddin Senior Partai Demokrat membuat gerakan untuk mendorong Kongres Luar Biasa Demokrat, di Jakarta, Kamis (13/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Kehormatan Partai Demokrat akan menggelar rapat untuk menyikapi manuver sejumlah senior kader partai berlambang mercy itu yang mengusulkan Kongres Luar Biasa (KLB).

Ketua Dewan Kehormatan Demokrat Amir Syamsuddin yang saat ini tengah berada di luar negeri mengaku sudah meminta jajarannya untuk segera menggelar pertemuan.

"Saya sudah minta Sekretaris Dewan Kehormatan saudara Yosef Badeoda untuk mengundang anggota Wanhor yang ada di Tanah Air untuk menyelenggarakan rapat membahas masalah tersebut," kata Amir Syamsuddin kepada Kompas.com, Jumat (14/6/2019).

Baca juga: Senior Demokrat Dorong Kongres Luar Biasa, Minta SBY Tunjuk AHY Jadi Ketum

Sebelumnya, senior Demokrat yang tergabung dalam Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD) mendorong DPP menggelar Kongres Luar Biasa paling lambat pada 9 September 2019.

Beberapa politisi senior yang tergabung dalam gerakan ini, yakni Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Max Sopacua, pendiri Demokrat Ahmad Mubarok, dan tokoh senior lain seperti Ahmad Jaya dan Ishak.

Normalnya, Kongres Demokrat yang digelar lima tahunan baru akan diselenggarakan pada 2020.

Baca juga: Demokrat Tolak Usul KLB untuk Gantikan SBY sebagai Ketum

Namun, para senior menilai Kongres sebagai forum tertinggi untuk memilih ketua umum dan pengurus baru mendesak untuk dilakukan karena perolehan suara yang anjlok.

Perolehan suara Demokrat turun menjadi 7,7 persen pada pemilu legislatif 2019. Padahal, pada pemilu 2014 lalu perolehan suara Demokrat mencapai 10,9 persen.

Namun, Amir menegaskan bahwa alasan dan tata cara yang memungkinkan terselenggaranya KLB telah diatur secara tegas dan limitatif dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai.

 

Baca juga: Senior Demokrat Kritik Rachland Nashidik, Ferdinand Hutahaean, dan Andi Arief

Diantaranya, KLB harus disetujui oleh 2/3 Dewan Pimpinan Daerah dan 1/2 Dewan Pimpinan Cabang.

"Sehingga tampilnya beberapa kader yang sesenior apapun tidak bisa mengesampingkan ketentuan-ketentuan tersebut," kata Amir.

Amir menilai, manuver segelintir senior Demokrat itu justru bisa membingungkan DPD dan DPC.

Amir juga menilai tidak tepat para senior menyampaikan kritik soal perolehan suara partai dan desakan KLB kepada publik.

"Semua ada forum,waktu dan tempatnya untuk dikemukakan sesuai ketentuan dalam AD/ART," kata dia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X