Apindo Sarankan Jokowi Dorong Investasi Padat Karya untuk Serap Tenaga Kerja

Kompas.com - 13/06/2019, 19:20 WIB
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani memberi keterangan seusai acara buka puasa di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (22/5/2019). KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGAKetua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani memberi keterangan seusai acara buka puasa di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com – Pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memberikan masukan kepada Presiden Joko Widodo mengenai perlunya investasi padat karya di Indonesia.

Hal itu disampaikan saat pengurus Apindo diterima Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (13/6/2019).

“Dalam kurun waktu 10 tahun, investasi yang masuk itu lebih kepada industri padat modal. Investasi padat karyanya sangat berkurang. Padahal rakyat kita ini jumlahnya 285 juta dan angkatan kerjanya 130 juta,” ujar Ketua Apindo Hariyadi Sukamdani, seusai pertemuan.

Apindo berharap pemerintah mendorong masuknya investasi padat karya di dalam negeri untuk menciptakan banyak lapangan kerja.

Sukamdani menambahkan, pemerintah harus melakukan terobosan untuk mendorong hal itu. Salah satu yang dapat dilakukan adalah merevisi undang-undang ketenagakerjaan.

Meski demikian, Sukamdani enggan menjelaskan lebih rinci, pasal dalam UU Ketenagakerjaan yang mana yang harus direvisi.

Pada intinya, dia berharap tenaga kerja di Indonesia lebih siap untuk masuk ke investasi padat karya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Sebab, sekarang kita melihat pemain-pemain padat karya besar itu sudah beralih ke Vietnam, ke Myanmar, Bangladesh, Sri Lanka dan Kamboja. Bahkan, Laos sekarang ini sudah mulai bersiap-siap,” ujar Sukamdani.

“Sebenarnya maksudnya enggak apa-apa tetap berkonsentrasi ke padat modal. Tapi yang penting padat karyanya tidak tertangani dengan baik,” lanjut dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenhub: Ada Pembatasan Mobilitas pada Tiap Moda Transportasi Saat Natal-Tahun Baru

Kemenhub: Ada Pembatasan Mobilitas pada Tiap Moda Transportasi Saat Natal-Tahun Baru

Nasional
UPDATE 9 Desember: Ada 5.278 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 9 Desember: Ada 5.278 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Dilantik Jadi ASN Polri, Novel Baswedan dkk Jalani Pendidikan Selama 2 Pekan

Dilantik Jadi ASN Polri, Novel Baswedan dkk Jalani Pendidikan Selama 2 Pekan

Nasional
Enam Provinsi Catatkan Kenaikan Kasus Covid-19 Signifikan

Enam Provinsi Catatkan Kenaikan Kasus Covid-19 Signifikan

Nasional
UPDATE 9 Desember: ada 5.203 Suspek Covid-19 di Tanah Air

UPDATE 9 Desember: ada 5.203 Suspek Covid-19 di Tanah Air

Nasional
Kronologi 20 Warga Gembor Jadi Korban Penipuan, Bermula dari Minyak Goreng Murah

Kronologi 20 Warga Gembor Jadi Korban Penipuan, Bermula dari Minyak Goreng Murah

Nasional
Dinamika Eks Pegawai KPK: Dipecat Saat G30STWK, Dilantik Kapolri di Hari Antikorupsi

Dinamika Eks Pegawai KPK: Dipecat Saat G30STWK, Dilantik Kapolri di Hari Antikorupsi

Nasional
UPDATE 9 Desember: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 48,70 Persen

UPDATE 9 Desember: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 48,70 Persen

Nasional
UPDATE: Bertambah 9, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 143.918 Jiwa

UPDATE: Bertambah 9, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 143.918 Jiwa

Nasional
Survei Kemenhub: Ada Potensi Mobilitas 11 Juta Orang Usai Dibatalkannya PPKM Level 3 Serentak

Survei Kemenhub: Ada Potensi Mobilitas 11 Juta Orang Usai Dibatalkannya PPKM Level 3 Serentak

Nasional
Lantik 44 Eks Pegawai KPK, Kapolri Bakal Bentuk Satker Khusus Pemberantas Korupsi

Lantik 44 Eks Pegawai KPK, Kapolri Bakal Bentuk Satker Khusus Pemberantas Korupsi

Nasional
Akun YouTube BNPB Diretas, Sedang Dilakukan Perbaikan

Akun YouTube BNPB Diretas, Sedang Dilakukan Perbaikan

Nasional
UPDATE: Sebaran 220 Kasus Harian Covid-19 di Indonesia, Jawa Barat Tertinggi

UPDATE: Sebaran 220 Kasus Harian Covid-19 di Indonesia, Jawa Barat Tertinggi

Nasional
Pakar Usul Ibu Kota Negara Baru Cukup jadi Pusat Pemerintahan

Pakar Usul Ibu Kota Negara Baru Cukup jadi Pusat Pemerintahan

Nasional
Kemendagri Imbau Masyarakat Adat dan Penyandang Disabilitas Segera Buat NIK

Kemendagri Imbau Masyarakat Adat dan Penyandang Disabilitas Segera Buat NIK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.