Sekjen PPP: Gerindra Bisa Jadi Pilihan Pertama jika Koalisi Pemerintah Ditambah

Kompas.com - 13/06/2019, 12:28 WIB
Anggota Komisi III dari Fraksi PPP Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/5/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOAnggota Komisi III dari Fraksi PPP Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekjen PPP Arsul Sani menyatakan muncul wacana dari beberapa partai yang tergabung dalam Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin untuk menggandeng Partai Gerindra sebagai mitra koalisi.

Hal itu disampaikan Arsul menanggapi pernyataan capres petahana Joko Widodo yang membuka peluang kepada Partai Gerindra untuk masuk ke dalam koalisi pemerintahan.

"Bahkan di antara anggota KIK (Koalisi Indonesia Kerja) ada juga yang malah melihat bahwa kalau Gerindranya mau, maka Gerindra dapat menjadi preferensi pertama untuk tambahan koalisi pemerintahan dibanding partai lain yang semula pengusung Paslon 02," kata Arsul melalui pesan singkat, Kamis (13/6/2019).

Baca juga: Presiden Jokowi: Saya Sudah Enggak Ada Beban Apa-apa...


"Jadi singkatnya, Gerindra memang bisa menjadi pilihan pertama jika koalisi pemerintahan hendak ditambah," lanjut dia.

Arsul menambahkan, sepanjang Gerindra bisa bersinergi dengan pemerintahan Jokowi dan partai-partai di KIK, maka masuknya partai besutan Prabowo Subianto itu tak jadi soal.

Ajakan ini, kata Arsul, merupakan wujud sikap inklusif Jokowi dalam berpolitik sehingga jangan semata-mata dianggap hanya untuk meredam konflik demi efektifitas pemerintahan ke depan.

Baca juga: Yakin Prabowo Menang, Gerindra Belum Berniat Merapat ke Jokowi

Keputusan, sambungnya, ada di tangan Jokowi.

"Namun, untuk memulai pembicaraan dengan Gerindra, maka partai-partai KIK termasuk PPP tentunya menunggu sinyal yang lebih jelas lagi dari Pak Jokowi tentang parpol yang dipilih untuk menjadi anggota koalisi baru di pemerintahan," papar Arsul.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo membuka pintu selebar-lebarnya bagi partai politik oposisi untuk bergabung bersama partai politik pendukung pemerintah periode 2019-2024.

Terutama bagi Partai Gerindra yang dipimpin rival Jokowi dalam Pilpres 2019, Prabowo Subianto.

Baca juga: Jokowi Terbuka jika Gerindra Ingin Gabung Koalisi

Sebagaimana dikutip dari wawancara khusus dengan Jakarta Post, Rabu (11/6/2019) kemarin, Jokowi mengaku, membuka diri bagi siapa saja yang ingin bekerja sama membangun negara.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X