TKN: Kami Harap Imbauan Prabowo Diikuti, Jangan Sampai 21-22 Mei Terulang

Kompas.com - 13/06/2019, 08:15 WIB
Ace Hasan SyadzilyKOMPAS.com/Haryantipuspasari Ace Hasan Syadzily

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru bicara Tim Kampanye Nasional ( TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily mengatakan imbauan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto memang sudah seharusnya. Imbauan yang dimaksud meminta agar pendukung tidak melakukan aksi unjuk rasa selama sidang sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi.

Ace berharap imbauan Prabowo benar-benar didengar para pendukung.

"Tentu kami berharap himbauan Prabowo tersebut diikuti oleh para pendukungnya. Jangan sampai kejadian 21 & 22 Mei 2019 terulang kembali," ujar Ace ketika dihubungi, Rabu (12/6/2019).

Ace mengatakan Prabowo juga mengimbau pendukungnya untuk melakukan aksi dengan damai dan tertib pada 21 dan 22 Mei. Namun, aksi tersebut berujung rusuh.

Baca juga: 5 Imbauan Prabowo kepada Pendukungnya Jelang Sidang Sengketa Pemilu di MK

Jika ada pihak yang tetap menggelar aksi di MK setelah imbauan Prabowo itu, Ace berpendapat ada yang sengaja ingin mengacaukan situasi di Indonesia.

"Patut diduga pihak yang tetap memaksakan aksi itu punya agenda tertentu agar iklim politik Indonesia tidak stabil dan tidak kondusif," kata dia.

Dia mengaku sejak awal TKN selalu mengajak kubu Prabowo dan pendukunh untuk menggunakan cara konstitusional dalam menangani sengketa pilpres. Cara ini dinilai lebih beradab dibanding melakukan tekanan terhadap lembaga terkait dengan cara demo.

Dalam hal ini, kata Ace, pendukung Prabowo harus percaya pada MK.

Baca juga: Istana Apresiasi Imbauan Prabowo yang Larang Pendukungnya ke MK

"Kita harus memiliki kepercayaan bahwa para Hakim Konstitusi itu memiliki independensi. Siapapun harus siap menerima apapun hasil dari keputusan MK itu," kata dia.

Baik pendukung Prabowo-Sandiaga maupun Jokowi-Ma'ruf, kata Ace, sebaiknya percayakan sengketa ini kepada tim hukum masing-masing. Dalam sidang nanti, tim hukum dua pasang capres dan cawapres ini akan beradu argumen dan bukti.

Sebelumnya, Prabowo Subianto meminta para pendukungnya agar tidak menggelar aksi unjuk rasa atau demonstrasi di MK saat sidang sengketa hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

Prabowo mengatakan, sudah ada delegasi yang mendampingi tim hukum pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sidang tersebut.

Baca juga: Prabowo: Apa Pun Keputusan MK, Kita Sikapi dengan Dewasa dan Tenang

Selain itu, ia juga ingin menghindari provokasi dan fitnah.

"Kami putuskan selesaikan (sengketa) melalui jalur hukum dan konstitusi, karena itu saya dan Sandiaga memohon agar pendukung kami untuk tidak berbondong-bondong hadir di MK pada hari-hari mendatang," ujar Prabowo melalui video yang diterimaKompas.com, Selasa (11/6/2019).

"Saya mohon sami'na wato'na, percayalah pada pimpinan dan sungguh-sungguh kalau anda dukung Prabowo-Sandi, mohon tidak perlu hadir di sekitar MK," ucapnya.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X