Tiket KA Keberangkatan 1 Agustus dan Setelahnya Baru Bisa Dibeli pada 1 Juli, Ini Penjelasan KAI

Kompas.com - 12/06/2019, 18:11 WIB
Sejumlah penumpang menunggu Kereta Api Sawunggalih dari Stasiun Cirebon menuju Stasiun Pasar Senen, Sabtu (18/5/2019). Pada masa angkutan lebaran tahun 2019, PT KAI Daop III Cirebon menambah sebanyak 4.7 persen kuota tempat duduk dari tahun lalu. Kompas.com/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHONSejumlah penumpang menunggu Kereta Api Sawunggalih dari Stasiun Cirebon menuju Stasiun Pasar Senen, Sabtu (18/5/2019). Pada masa angkutan lebaran tahun 2019, PT KAI Daop III Cirebon menambah sebanyak 4.7 persen kuota tempat duduk dari tahun lalu.

KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia ( PT KAI) sementara ini belum bisa melayani pembelian tiket kereta api untuk tanggal keberangkatan 1 Agustus 2019 dan setelahnya. Hal ini karena PT KAI tengah melakukan perbaikan sistem.

Dengan adanya perbaikan ini, pemesanan tiket kereta api jarak jauh dan jarak menengah untuk keberangkatan 1 Agustus dan setelahnya belum dapat dilakukan di seluruh channel pemesanan, termasuk secara online melalui aplikasi KAI Access.

Pembelian untuk tanggal keberangkatan itu baru bisa dilayani pada 1 Juli 2019.

"Pembelian tiket kereta (keberangkatan 1 Agustus dan seterusnya) baru bisa dilayani mulai 1 Juli 2019," kata Manager Humas PT KAI Daerah Operasional 5 Purwokerto  Supriyanto saat dihubungi Kompas.com, Rabu (12/6/2019) sore.

Secara terpisah, VP Public Relations PT KAI Edy Kuswoyo menyampaikan, perbaikan sistem juga berimbas pada proses pembatalan tiket.

"Proses pembatalan tiket pada tanggal 1-31 Juli 2019 hanya bisa dilakukan secara manual di loket stasiun pembatalan," ujar Edy.

Pengembalian biaya pembatalan tiket (refund) juga hanya dapat dilakukan secara tunai, 30 hari setelah tiket dibatalkan, di stasiun pembatalan tersebut.

Sementara itu, terkait penggantian jadwal keberangkatan kereta (reschedule) dengan tanggal keberangkatan 1 Agustus 2019 dan seterusnya hanya dapat dilakukan di loket stasiun.

"KAI menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanannya," kata Edy.

KA LOKAL

Edy menambahkan, informasi lainnya, mulai 28 Mei 2019, calon penumpang dapat memesan tiket KA Lokal melalui KAI Access berjumlah maksimal 4 tiket. Sebelumnya hanya dapat memesan 1 tiket saja.

Calon penumpang dapat memperbarui aplikasi KAI Access di gawai masing-masing jika ingin menikmati fasilitas baru tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anak Yasonna Laoly Penuhi Pangilan KPK

Anak Yasonna Laoly Penuhi Pangilan KPK

Nasional
KPK Periksa Mantan Mendagri Gamawan Fauzi dalam Kasus Proyek IPDN

KPK Periksa Mantan Mendagri Gamawan Fauzi dalam Kasus Proyek IPDN

Nasional
Kasus Penyiraman Novel Baswedan, antara Dugaan Laporan Palsu dan Rekayasa

Kasus Penyiraman Novel Baswedan, antara Dugaan Laporan Palsu dan Rekayasa

Nasional
Hal yang Harus Diketahui soal Sertifikasi Perkawinan dan Pro Kontra-nya

Hal yang Harus Diketahui soal Sertifikasi Perkawinan dan Pro Kontra-nya

Nasional
KLHK: Nilai Ganti Rugi Gugatan Karhutla Rp 315 Triliun, Tinggal Eksekusi

KLHK: Nilai Ganti Rugi Gugatan Karhutla Rp 315 Triliun, Tinggal Eksekusi

Nasional
Gara-gara Pilpres Masyarakat Terbelah, Demokrat: Bukan Alasan Presiden Kembali Dipilih MPR

Gara-gara Pilpres Masyarakat Terbelah, Demokrat: Bukan Alasan Presiden Kembali Dipilih MPR

Nasional
Marak Korupsi di Desa, ICW Minta Pemerintah Usut Tuntas Kasus Desa Fiktif

Marak Korupsi di Desa, ICW Minta Pemerintah Usut Tuntas Kasus Desa Fiktif

Nasional
Pemerintah Gelar Operasi 30 Hari di Laut, Atasi Kerusakan Lingkungan

Pemerintah Gelar Operasi 30 Hari di Laut, Atasi Kerusakan Lingkungan

Nasional
Jubir Presiden Ralat Pernyataan: Ahok Tak Harus Mundur dari PDI-P jika Pimpin BUMN

Jubir Presiden Ralat Pernyataan: Ahok Tak Harus Mundur dari PDI-P jika Pimpin BUMN

Nasional
Fraksi Partai Demokrat Tolak Amendemen Terbatas UUD 1945 jika Ubah Mekanisme Pilpres

Fraksi Partai Demokrat Tolak Amendemen Terbatas UUD 1945 jika Ubah Mekanisme Pilpres

Nasional
Polri Terbitkan Telegram: Polisi Jangan Pamer Barang Mewah dan Gaya Hidup Hedonis

Polri Terbitkan Telegram: Polisi Jangan Pamer Barang Mewah dan Gaya Hidup Hedonis

Nasional
KPK Resmi Ajukan Kasasi atas Putusan Bebas Sofyan Basir

KPK Resmi Ajukan Kasasi atas Putusan Bebas Sofyan Basir

Nasional
Fraksi Nasdem Soal Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi: Itu Alternatif Ungkap Kasus HAM Masa Lalu

Fraksi Nasdem Soal Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi: Itu Alternatif Ungkap Kasus HAM Masa Lalu

Nasional
Fraksi PKS Isyaratkan Setuju Wacana Amendemen Terbatas UUD 1945

Fraksi PKS Isyaratkan Setuju Wacana Amendemen Terbatas UUD 1945

Nasional
Menhan Prabowo: ASEAN Harus Bisa Jadi Penyeimbang di Indo-Pasifik

Menhan Prabowo: ASEAN Harus Bisa Jadi Penyeimbang di Indo-Pasifik

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X