Fadli Zon: Tiap Parpol Punya Hak Keluar dari Koalisi

Kompas.com - 11/06/2019, 19:48 WIB
Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOAnggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) Fadli Zon mengatakan, setiap partai politik yang tergabung dalam koalisi pendukung pasangan capres-cawapres memiliki hak untuk menentukan sikap, termasuk untuk keluar dari koalisi. 

Hal itu dia katakan saat ditanya mengenai kelanjutan koalisi pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02 tersebut.

"Saya kira itu domainnya para pimpinan parpol untuk menentukan koalisi. Kalau ada suatu pihak yang tidak ingin di situ (koalisi), itu kan hak dari partai yang bersangkutan," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Baca juga: Wasekjen Gerindra: Kalau Mau Keluar dari Koalisi, Kami Ucapkan Selamat Jalan

Namun demikian, Fadli menegaskan Koalisi Indonesia Adil dan Makmur masih tetap solid bersama-sama.

Ia menuturkan, saat ini koalisi tengah fokus pada permohonan sengketa hasil pilpres yang diajukan oleh BPN ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Sejauh yang saya tahu, dari koalisi 02 itu masih menempuh jalan di MK, artinya masih bersama-sama," tutur dia.

Baca juga: Pengamat: Demokrat Sedang Berusaha Melepaskan Diri dari Koalisi Prabowo

"Sekarang ini fasenya adalah fase MK. Jadi saya kira konsentrasinya di MK, bagaimana bisa meyakinkan para Hakim Konstitusi soal berbagai kecurangan yang terjadi sebelum, pada saat, dan setelah (pemilu)," kata Fadli.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional ( PAN) Bara Hasibuan menilai bahwa secara de facto partainya tak lagi berada di koalisi parpol pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Bara mengatakan, meski belum ada sikap resmi, namun kemungkinan besar PAN akan bergabung ke koalisi parpol pendukung pemerintah pasca-Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

Baca juga: Soal Usul Pembubaran Koalisi, PKS Anggap Pernyataan Resmi Hanya dari Sekjen Demokrat

Sementara itu, Wakil Sekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik mengusulkan Prabowo segera membubarkan koalisi partai politik pendukungnya. Menurutnya, saat ini Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 telah usai.

Kendati BPN mengajukan sengketa hasil pilpres ke MK, Namun Rachlan menilai proses tersebut tidak melibatkan peran partai.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X