Aria Bima: Pertemuan AHY dengan Jokowi dan Megawati Jangan Dipersepsikan Merapatnya Demokrat...

Kompas.com - 10/06/2019, 22:28 WIB


Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani, Muhammad Prananda Prabowo, Agus Harimurti Yudhoyono dan istri Annisa Pohan, Edhie Baskoro Yudhoyono dan istri Aliya Rajasa saat bersilaturahim di Hari Raya Idul Fitri di kediaman Megawati, Teuku Umar, Jakarta, Rabu (5/6/2019).
Akun Instagram puanmaharaniri Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani, Muhammad Prananda Prabowo, Agus Harimurti Yudhoyono dan istri Annisa Pohan, Edhie Baskoro Yudhoyono dan istri Aliya Rajasa saat bersilaturahim di Hari Raya Idul Fitri di kediaman Megawati, Teuku Umar, Jakarta, Rabu (5/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Politikus PDI Perjuangan Aria Bima meminta publik tidak terburu-buru mempersepsikan silaturahim tokoh politik oposisi ke Presiden Joko Widodo sebagai bagian dari upaya bergabung ke dalam koalisi pendukung pemerintah. 

"Bahwa ada silaturahim antara AHY dengan Bu Mega, dengan Pak Jokowi, atau Zulkifli Hasan, itu tidak usah terlalu dijadikan sebagai suatu hal yang berkaitan dengan koalisi pemerintahan ke depan," ujar Aria di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2019). 

Sebab, Aria meyakini memang tidak ada pembahasan koalisi di dalam silaturahim itu. Pembahasan mengenai konfigurasi partai politik pendukung pemerintah kemungkinan baru akan dibahas setelah pelantikan presiden dan wakil presiden, 20 Oktober 2019 mendatang. 

Baca juga: Menurut Pengamat, Ada Peran Megawati dan SBY dalam Pertemuan Jokowi-AHY


Aria melanjutkan, yang terpenting dari silaturahim tokoh oposisi kepada kubu yang berkuasa adalah memberikan keteduhan kepada masyarakat seusai mengikuti kontestasi pemilihan umum. 

"Sampai hari ini, kita lebih bagaimana keteduhan pasca-Pilpres penting dilakukan. Maka pertemuan antartokoh menjadi penting, termasuk Pak Jokowi yang juga sudah membuka diri untuk bertemu Pak Prabowo," ujar Aria.

"Jadi, jangan setiap pertemuan ini dikalkulasi seolah-olah merapatnya suatu partai ke suatu tim kampanye dan rakyat tidak butuh itu. Rakyat itu sekarang butuh suasana teduh, damai. Itu tercermin dari pertemuan antartokoh," lanjut dia. 

Baca juga: Yenny Wahid: Semoga Kita Dapat Mencontoh Akhlak Baik dari AHY dan Ibas...

Persoalan bahwa silaturahim ini nantinya akan berujung pada bertambahnya partai politik pendukung pemerintah, Aria juga meyakini, Presiden Jokowi tidak lebih condong ke partai politik tertentu.

"Menurut saya, PAN, Demokrat dan Gerindra memiliki peluang sama untuk bareng-bareng menyusun jalannya pemerintahan ini ke depan yang nanti akan dibicarakan Jokowi dan Kiai Ma'ruf," ujar Aria.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pascapenusukan Wiranto, Polri Tangkap 36 Orang Terafiliasi ISIS

Pascapenusukan Wiranto, Polri Tangkap 36 Orang Terafiliasi ISIS

Nasional
Kominfo: Tak Ada yang Bisa Sembunyi di Balik Akun Palsu

Kominfo: Tak Ada yang Bisa Sembunyi di Balik Akun Palsu

Nasional
BNPB: 158 Titik Panas Masih Terdeteksi di Sumatera

BNPB: 158 Titik Panas Masih Terdeteksi di Sumatera

Nasional
Puan Ajak Elite Politik Saling Menghargai dan Menghormati untuk Rakyat

Puan Ajak Elite Politik Saling Menghargai dan Menghormati untuk Rakyat

Nasional
Soal AKD, Puan Beri Kesempatan Fraksi untuk Bermusyawarah Mufakat

Soal AKD, Puan Beri Kesempatan Fraksi untuk Bermusyawarah Mufakat

Nasional
Faldo Maldini Minta MK Prioritaskan Gugatan Uji Materi UU Pilkada

Faldo Maldini Minta MK Prioritaskan Gugatan Uji Materi UU Pilkada

Nasional
Jika Gerindra Gabung Pemerintah Diprediksi Lahirkan Kecemburuan di Internal Koalisi

Jika Gerindra Gabung Pemerintah Diprediksi Lahirkan Kecemburuan di Internal Koalisi

Nasional
Kemenag Gandeng BPOM dan MUI Jalankan Proses Sertifikasi Halal

Kemenag Gandeng BPOM dan MUI Jalankan Proses Sertifikasi Halal

Nasional
Wakil Ketua DPR: Hukum Internasional Harus Lindungi Bangsa yang Lemah

Wakil Ketua DPR: Hukum Internasional Harus Lindungi Bangsa yang Lemah

Nasional
Sekjen Gerindra: Urusan Koalisi atau Tidak, Kami Serahkan ke Prabowo

Sekjen Gerindra: Urusan Koalisi atau Tidak, Kami Serahkan ke Prabowo

Nasional
Tak Kunjung Dilantik oleh Gubernur, Bupati Talaud Terpilih Surati Jokowi

Tak Kunjung Dilantik oleh Gubernur, Bupati Talaud Terpilih Surati Jokowi

Nasional
Larang Demo Saat Pelantikan Presiden-Wapres, Polri Contohkan Aksi 30 September

Larang Demo Saat Pelantikan Presiden-Wapres, Polri Contohkan Aksi 30 September

Nasional
Tsamara hingga Faldo Jalani Sidang Perdana Uji Materi UU Pilkada di MK

Tsamara hingga Faldo Jalani Sidang Perdana Uji Materi UU Pilkada di MK

Nasional
Presiden Tak Libatkan KPK Pilih Menteri, Politisi PDI-P: KPK Tak Boleh Kepo

Presiden Tak Libatkan KPK Pilih Menteri, Politisi PDI-P: KPK Tak Boleh Kepo

Nasional
Di Hari Parlemen Indonesia, Legislator Diingatkan Pegang Teguh Amanat Rakyat

Di Hari Parlemen Indonesia, Legislator Diingatkan Pegang Teguh Amanat Rakyat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X