Ani Yudhoyono, Inspirasi untuk Indonesia

Kompas.com - 04/06/2019, 21:09 WIB
Pasukan membawa peti jenazah Ibu Negara 2004-2014 Ani Yudhoyono ke peristirahatan terakhir di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (2/6/2019). Ani Yudhoyono meninggal karena sakit kanker darah.KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZES Pasukan membawa peti jenazah Ibu Negara 2004-2014 Ani Yudhoyono ke peristirahatan terakhir di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (2/6/2019). Ani Yudhoyono meninggal karena sakit kanker darah.

Saat melahirkan putra kedua mereka, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, di Bandung, misalnya, Ibu Ani tidak didampingi SBY yang sedang bertugas di Karawang.

Ketika SBY mesti bertugas kembali ke Timor Timur, Ibu Ani pernah berpindah-pindah alat transportasi selama lima kali dari Jakarta ke Dili, sambil membawa kedua putra mereka, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ibas, yang masih kecil-kecil.

Terbayang kan bagaimana perjalanan di era 80-an yang mesti ditempuh oleh Ibu Ani, dengan membawa dua anak yang masih kecil-kecil, tanpa didampingi suami?

Perjuangan seperti ini sedikit dari gambaran betapa Ibu Ani begitu setia mendampingi SBY saat SBY sedang berjuang meniti awal kariernya di militer.

Bukan hanya sebagai istri yang selalu mendukung penuh langkah suaminya, Ibu Ani juga merupakan tokoh sentral dalam sebuah keluarga panutan.

Keluarga Yudhoyono terkenal sangat harmonis dan kompak. Kebersamaan bapak, ibu, anak, dan kemudian menantu serta para cucu, sangat terasa dalam potret keluarga Yudhoyono. Cinta, kasih sayang, dan kehangatan serta perhatian pun Ibu Ani-lah yang menjadi salah satu kunci solidnya keluarga Yudhoyono.

Seperti pernah disampaikan AHY dalam bincang-bincang santai, Ibu Ani adalah sosok yang sangat hangat dan penuh perhatian. Bahkan, dalam perawatan sakitnya di Singapura, setiap AHY baru datang dari Jakarta, Ibu Ani selalu bertanya AHY datang dengan siapa saja. Bagaimana kabar mereka. Minta disampaikan salam ke mereka. Mohon maaf Ibu Ani tidak bisa menemui mereka karena sedang dalam perawatan.

Kala AHY sedang jauh karena mesti menjalankan tugasnya di partai, kadang Ibu Ani dan AHY melakukan video call. Lalu, Ibu Ani pun menyapa teman-teman yang sedang berada di sekeliling AHY dan memberikan semangat. Dalam sakit pun, kehangatan dan perhatian beliau tetap terasa.

Ibu Ani, seorang anak jenderal yang menikah dengan SBY, anak pensiunan letnan satu, dapat memosisikan dengan baik perannya sebagai seorang istri dan ibu. Menghargai dan menghormati suami, serta memberikan dukungan dalam setiap langkah yang ditempuh suaminya. Menyediakan rumah penuh dengan cinta, kasih sayang, kehangatan, dan perhatian untuk suami dan anak-anak tercinta. Suatu inspirasi untuk masyarakat Indonesia, khususnya untuk perempuan Indonesia.

Sarat dengan karya

Ibu Ani mengemban peran domestiknya dengan luar biasa sebagai istri dan ibu, bukan menyurutkan langkahnya untuk berkarya bagi negeri ini.

Semasa hidupnya, Ibu Ani telah berusaha dan berjuang keras melakukan yang terbaik untuk masyarakat, bangsa, dan negara serta masa depan negeri ini.

Karya beliau seperti lima pilar Indonesia, yaitu program Indonesia Pintar, Indonesia Sehat, Indonesia Hijau, Indonesia Kreatif, dan Indonesia Peduli, hanyalah sebagian dari wujud implementasi gagasan dan hasil kerja keras bagi bangsa dan negaranya.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X