Libur Lebaran Ke Pesisir Pantai, Waspadai Potensi Gelombang Laut Mencapai 4 Meter

Kompas.com - 04/06/2019, 19:43 WIB
Ilustrasi StockSnap/PixabayIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi gelombang laut tinggi yang terjadi dalam empat hari ke depan di sejumlah wilayah pesisir di Indonesia.

Peringatan ini perlu disampaikan. Sebab, saat ini merupakan waktu liburan Lebaran 2019 dan wisata pesisir merupakan tempat langganan bagi masyarakat yang sedang berlibur.

Berdasarkan siaran pers resmi BMKG, potensi gelombang tinggi semenjak tanggal 4 hingga 7 Juni 2019 ke depan disebabkan adanya sistem tekanan tinggi 1009 hPa di perairan utara Sabang.

Pola angin di wilayah utara ekuator umumnya dari timur-selatan, kecuali area perairan utara Papua Barat, berhembus dari barat laut-utara dengan kecepatan 4-15 knot.

Baca juga: Hingga 6 Juni Gelombang Laut Bisa Capai 6 Meter, Pemudik Diminta Waspada

Sementara, di wilayah selatan ekuator, pada umumnya berhembus dari timur-tenggara pada kecepatan 4-25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantai terjadi di perairan Sawu hingga Rote, Laut Timor, Laut Banda, Laut Timor, perairan Sulawesi Tenggara, Laut Arafuru, hingga perairan Merauke.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan pengamatan BMKG, potensi peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter terjadi, antara lain di perairan utara Sabang, Laut Jawa bagian tengah dan timur, perairan Banda Aceh, perairan utara Jawa Timur dan perairan Kepulauan Mentawai.

Potensi gelombang tinggi juga terjadi di Selat Makassar, pesisir Bengkulu, perairan barat Lampung, Laut Flores, Selat Sumba, Laut Sawu, Laut Natuna Utara dan perairan selatan Kalimantan.

Baca juga: BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Perairan Kepri, Gelombang Tinggi hingga Berkurangnya Jarak Pandang

BMKG juga memantau beberapa perairan yang berpotensi memiliki gelombang di antara 2,5 meter hingga 4 meter, yakni perairan Jawa bagian selatan hingga Sumbawa, perairan Manui-Kendari, Teluk Tolo, Laut Timor Selatan NTT, Selat Bali dan Arafuru.

Selain mengimbau masyarakat yang berwisata untuk berhati-hati, BMKG juga mengimbau para nelayan agar memperhatikan keselamatan pelayaran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenkes Sebut Varian Omicron Tak Tingkatkan Keparahan bagi Masyarakat yang Sudah Divaksinasi

Kemenkes Sebut Varian Omicron Tak Tingkatkan Keparahan bagi Masyarakat yang Sudah Divaksinasi

Nasional
Kapal Perang TNI AL dan ASEAN Latihan Bersama dengan Rusia di Belawan hingga Sabang

Kapal Perang TNI AL dan ASEAN Latihan Bersama dengan Rusia di Belawan hingga Sabang

Nasional
Mulai Bekerja Setelah Dilantik, Ini Profil 7 Anggota Komisi Nasional Disabilitas

Mulai Bekerja Setelah Dilantik, Ini Profil 7 Anggota Komisi Nasional Disabilitas

Nasional
[POPULER NASIONAL] Peringatan BMKG soal Potensi Tsunami 8 Meter | Alasan Vaksinasi Menurun karena Banyak Daerah Inginkan Vaksin Sinovac

[POPULER NASIONAL] Peringatan BMKG soal Potensi Tsunami 8 Meter | Alasan Vaksinasi Menurun karena Banyak Daerah Inginkan Vaksin Sinovac

Nasional
Nelayan Indonesia, Australia, dan Riwayat Permasalahan di Perairan

Nelayan Indonesia, Australia, dan Riwayat Permasalahan di Perairan

Nasional
Luhut Sebut Aturan Karantina Luar Negeri Diperpanjang dari 7 Hari Jadi 10 Hari

Luhut Sebut Aturan Karantina Luar Negeri Diperpanjang dari 7 Hari Jadi 10 Hari

Nasional
Luhut Larang Pejabat Negara ke Luar Negeri untuk Cegah Masuknya Varian Omicron

Luhut Larang Pejabat Negara ke Luar Negeri untuk Cegah Masuknya Varian Omicron

Nasional
Ketum PKB: 'Reshuffle' Kabinet Masih Sebatas Rumor

Ketum PKB: "Reshuffle" Kabinet Masih Sebatas Rumor

Nasional
Singgung Varian Corona Omicron, Menlu Ungkap 4 Agenda RI Wujudkan Visi 2045

Singgung Varian Corona Omicron, Menlu Ungkap 4 Agenda RI Wujudkan Visi 2045

Nasional
Mensos Ingatkan Guru Ajarkan Siswa Tak 'Bully' Penyandang Disabilitas

Mensos Ingatkan Guru Ajarkan Siswa Tak "Bully" Penyandang Disabilitas

Nasional
Jokowi Lantik Anggota Komnas Disabilitas, Mensos: Beban Saya Turun

Jokowi Lantik Anggota Komnas Disabilitas, Mensos: Beban Saya Turun

Nasional
Polisi Sebut Terduga Teroris di Luwu Timur Pernah Berlatih Pakai Senpi M16

Polisi Sebut Terduga Teroris di Luwu Timur Pernah Berlatih Pakai Senpi M16

Nasional
Kunjungi Kapolri, Jenderal Dudung: Sowan sebagai Pejabat Baru KSAD

Kunjungi Kapolri, Jenderal Dudung: Sowan sebagai Pejabat Baru KSAD

Nasional
Pembukaan Presidensi G20, Jokowi: Saya Undang Para Delegasi Datang ke Indonesia

Pembukaan Presidensi G20, Jokowi: Saya Undang Para Delegasi Datang ke Indonesia

Nasional
Kemenkes Sebut Varian Omicron Sudah Terdeteksi di 23 Negara

Kemenkes Sebut Varian Omicron Sudah Terdeteksi di 23 Negara

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.