Tanggal 5-9 Juni, Puncak Terapkan Sistem Buka Tutup

Kompas.com - 04/06/2019, 15:11 WIB
Sejumlah kendaraan melintas ruas jalan Cugenang Cianjur, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Mulai hari ini, Kamis (30/05/2019) ruas jalan nasional itu tertutup untuk kendaraan berat. KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMANSejumlah kendaraan melintas ruas jalan Cugenang Cianjur, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Mulai hari ini, Kamis (30/05/2019) ruas jalan nasional itu tertutup untuk kendaraan berat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan memberlakukan sistem buka tutup satu arah arus lalu lintas dari Jakarta menuju Puncak, Bogor, Jawa Barat, pada tanggal 5 sampai 9 Juni 2019. Rencananya, sistem tersebut akan digunakan mulai pada pukul 07.00-14.00 WIB.

"Besok sudah mulai sistem buka tutup untuk jalur ke Puncak di Kabupaten Bogor dan Cianjur. Kami sudah koordinasikan dengan petugas-petugas di sana," kata Kepala Posko Operasi Ketupat 2019 Korlantas Polri, Kombes (Pol) Bakharuddin Muhammad Syah, di kantor Korlantas Polri, Jakarta, Selasa (4/6/2019).

Baca juga: Mudik Gesit: Hari ini, Kendaraan Berat Dilarang Masuk Jalur Puncak

Bakharuddin mengemukakan, jumlah kendaraan yang melintas di Jalan Raya Puncak atau Jalur Puncak, mulai meningkat pada Senin kemarin. Pada Kamis dan Jumat ini diperkirakan ada lonjakan kendaraan ke Puncak. 

"Pada Kamis dan Jumat pasti akan terjadi lonjakan kendaraan yang menuju Puncak untuk liburan di kawasan wisata itu," kata Bakharuddin. 

Karena itu, sistem buka tutup satu arah akan diberlakukan. Namun, pada malam hari, berlaku satu arah ke Jakarta.

Ia menjelaskan, Korlantas Polri sudah memberikan papan informasi dan sosialisasi untuk jalur alternatif bagi masyarakat yang ingin ke Puncak atau wilayah Jawa Barat lainnya.

"Untuk masyarakat yang menuju Cianjur, Cimahi, dan Bandung, tidak melalui Jalur Puncak. Pengendara jarak jauh bisa keluar di gerbang Tol Cibubur untuk tembus ke Jonggol, lalu ke Cianjur," kata Bakharuddin.

"Atau masyarakat juga bisa melalui Tol Bocimi dan keluar di Cigombong, melalui Sukabumi, untuk tembus ke Cianjur," tambahnya.

Baca juga: Mudik Lebaran, Polres Cianjur Tak Rekomendasi Jalur Puncak 2

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Tetapkan Tersangka Baru Kasus Pengadaan Laboratorium Madrasah yang Juga Jerat Zulkarnaen Djabar

KPK Tetapkan Tersangka Baru Kasus Pengadaan Laboratorium Madrasah yang Juga Jerat Zulkarnaen Djabar

Nasional
Soal Uang Kepala Daerah di Kasino, Nusron Wahid: Jangan Jadi Modus Korupsi Baru

Soal Uang Kepala Daerah di Kasino, Nusron Wahid: Jangan Jadi Modus Korupsi Baru

Nasional
KPK Tetapkan Mantan Sekretaris MA Nurhadi sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Mantan Sekretaris MA Nurhadi sebagai Tersangka

Nasional
Sri Mulyani Sebut Surpres RUU Omnibus Law Bidang Perpajakan Dikirim Pekan Ini

Sri Mulyani Sebut Surpres RUU Omnibus Law Bidang Perpajakan Dikirim Pekan Ini

Nasional
KPU Didorong Atur Calon Kepala Daerah Eks Napi Umumkan Rekam Jejak di TPS

KPU Didorong Atur Calon Kepala Daerah Eks Napi Umumkan Rekam Jejak di TPS

Nasional
'City Manager' Ibu Kota Baru Dipilih Tanpa Pemilu

"City Manager" Ibu Kota Baru Dipilih Tanpa Pemilu

Nasional
Bupati Puncak: Idealnya Ada 6 Provinsi di Papua

Bupati Puncak: Idealnya Ada 6 Provinsi di Papua

Nasional
Soal Kemungkinan Dukung Gibran dan Bobby, Gerindra: Tergantung Survei

Soal Kemungkinan Dukung Gibran dan Bobby, Gerindra: Tergantung Survei

Nasional
Survei Median Sebut Gibran Tak Populer di Pilkada Solo, Ini Respons Puan

Survei Median Sebut Gibran Tak Populer di Pilkada Solo, Ini Respons Puan

Nasional
Muhammadiyah: Majelis Taklim Tak Perlu Jadi Sasaran Hadapi Radikalisme

Muhammadiyah: Majelis Taklim Tak Perlu Jadi Sasaran Hadapi Radikalisme

Nasional
Survei Median: Pemilih PDI-P di Solo Terbelah, Elektabilitas Gibran di Bawah Petahana

Survei Median: Pemilih PDI-P di Solo Terbelah, Elektabilitas Gibran di Bawah Petahana

Nasional
Jaksa Telusuri Penukaran Uang Rp 3,5 Miliar ke Dollar Singapura untuk Eks Dirut PTPN III

Jaksa Telusuri Penukaran Uang Rp 3,5 Miliar ke Dollar Singapura untuk Eks Dirut PTPN III

Nasional
Survei Median: Mayoritas Responden Anggap Pencalonan Gibran Bukan Politik Dinasti

Survei Median: Mayoritas Responden Anggap Pencalonan Gibran Bukan Politik Dinasti

Nasional
Ketua DPR: Omnibus Law Bukan 'Legacy' Presiden, tetapi Seluruh Bangsa

Ketua DPR: Omnibus Law Bukan "Legacy" Presiden, tetapi Seluruh Bangsa

Nasional
Saksi Akui Antar 345.000 Dollar Singapura ke Eks Dirut PTPN III

Saksi Akui Antar 345.000 Dollar Singapura ke Eks Dirut PTPN III

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X