Arus Mudik 2019 Dinilai Lebih Lancar, Ini Fakta dan Penjelasannya

Kompas.com - 04/06/2019, 12:49 WIB
Petugas mudik menangani korban kecelakaan pengendara roda dua Vs Minibus Avansa di kilometer 5 Malili-Sorowako, Luwu Timur, Kamis (30/05/2019) KOMPAS.com/AMRAN AMIR Petugas mudik menangani korban kecelakaan pengendara roda dua Vs Minibus Avansa di kilometer 5 Malili-Sorowako, Luwu Timur, Kamis (30/05/2019)

Libur panjang

Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian, lancarnya arus mudik 2019 dikarenakan panjangnya hari libur sebelum Hari Raya tiba. Rangkaian itu terdiri dari hari libur dan cuti bersama.

Hal ini menyebabkan tidak ada penumpukan kendaraan di satu waktu yang sama, bahkan Kapolri menyebut mudik kali ini tidak memiliki puncak. Arus tersebar di beberapa hari dan waktu sehingga semuanya berjalan lancar.

Baca juga: JEO-Mudik Lebaran, Pulang Menjemput Keajaiban Maaf...

"Jadi relatif tidak ada gelombang puncak satu hari, itu keuntungannya. Karena libur yang cukup panjang sebelum tanggal 5 dan 6 (Juni). Tahun ini kita diuntungkan dengan adanya cuti bersama dan hari libur, hari kenaikan Isa Al Masih, hari Sabtu dan Minggu," ujar Tito di Posko Terpadu Cikopo, Jawa Barat, Jumat (31/5/2019).

"Sehingga relatif waktu yang cukup panjang bagi masyarakat untuk pulang, tidak pada satu hari atau dua hari yang sama," ucapnya.

Angka Kecelakaan turun 88 persen

Jumlah angka kecelakaan lalu lintas selama musim mudik 2019 diketahui turun drastis hingga 88 persen. Hal ini diungkapkan oleh Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Senin (3/6/2019).

"Seputar data kecelakaan dibandingkan data tahun 2018 di hari yang sama, menurun tajam. Selama 2019 ini yang tercatat kecelakaan sejumlah 220 kasus dengan korban meninggal dunia 90 orang. Ini terjadi penurunan tajam sampai 88 persen," ucap Budi.

Pada tahun sebelumnya, jumlah kecelakaan saat mudik Lebaran mencapai 1.911 kejadian dan menelan 690 korban jiwa.

Baca juga: Arus Mudik Selesai, Angka Kecelakaan Turun 88 Persen

Angka kecelakaan ini menurun meskipun jumlah pemudik sepeda motor diakui Budi justru mengalami peningkatan.

Misalnya pada H-7 Lebaran 2018 jumlah sepeda motor yang digunakan untuk mudik sebanyak 42.556 unit. Pada hari yang sama pada tahun ini naik 127 persen menjadi 96.627.

Meskipun begitu, Budi tetap mengimbau kepada segenap masyarakat untuk tidak memaksakan diri melakukan perjalanan mudik yang jauh menggunkaan sepeda motor.

"Sepeda motor jadi moda transportasi paling berbahaya dan rawan kecelakaan, jadi diharapkan masyarakat tidak ada lagi yang memaksakan diri naik motor untuk mudik," ujar Budi

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Limpahkan Berkas Perkara Dzulmi Eldin ke Pengadilan Tipikor Medan

KPK Limpahkan Berkas Perkara Dzulmi Eldin ke Pengadilan Tipikor Medan

Nasional
Moeldoko Sebut KRI Suharso Paling Siap Evakuasi WNI di Kapal Diamond Princess

Moeldoko Sebut KRI Suharso Paling Siap Evakuasi WNI di Kapal Diamond Princess

Nasional
Wapres Ma'ruf Minta Bawaslu Jaga Kredibilitas dan Kepercayaan Publik

Wapres Ma'ruf Minta Bawaslu Jaga Kredibilitas dan Kepercayaan Publik

Nasional
Mendagri Sayangkan Banyak Pemda Belum Paham Pentingnya Minat Baca Masyarakat

Mendagri Sayangkan Banyak Pemda Belum Paham Pentingnya Minat Baca Masyarakat

Nasional
Ditanya Mengapa Jokowi Bicara Reshuffle ke Pegiat Medsos, Ini Jawaban Moeldoko

Ditanya Mengapa Jokowi Bicara Reshuffle ke Pegiat Medsos, Ini Jawaban Moeldoko

Nasional
Pulau Sebaru Kecil Akan jadi Ring 1 Selama Observasi WNI dari Kapal World Dream

Pulau Sebaru Kecil Akan jadi Ring 1 Selama Observasi WNI dari Kapal World Dream

Nasional
Lurah: 4.100 KK Terdampak Banjir di Cipinang Melayu

Lurah: 4.100 KK Terdampak Banjir di Cipinang Melayu

Nasional
Kasus Nurhadi Cs, KPK Geledah Kantor Firma Hukum di Surabaya

Kasus Nurhadi Cs, KPK Geledah Kantor Firma Hukum di Surabaya

Nasional
Yasonna Sebut Ada 1.276 WNI Eks ISIS di Suriah, Hanya 297 Pegang Paspor

Yasonna Sebut Ada 1.276 WNI Eks ISIS di Suriah, Hanya 297 Pegang Paspor

Nasional
Ketua dan Komisioner KPU Tak Penuhi Panggilan KPK karena Banjir

Ketua dan Komisioner KPU Tak Penuhi Panggilan KPK karena Banjir

Nasional
3 Perahu Tak Cukup untuk Evakuasi Warga, Ketua RW 03 Cipinang Melayu: Butuhnya 6

3 Perahu Tak Cukup untuk Evakuasi Warga, Ketua RW 03 Cipinang Melayu: Butuhnya 6

Nasional
Seleksi Calon Dirut TVRI Dihentikan Sementara

Seleksi Calon Dirut TVRI Dihentikan Sementara

Nasional
Istana Sempat Kebanjiran, Menteri PUPR: Di Mana Banjirnya? Enggak Ada

Istana Sempat Kebanjiran, Menteri PUPR: Di Mana Banjirnya? Enggak Ada

Nasional
Benny Tjokro Klaim Keterlibatan Sahamnya di Jiwasraya Hanya Sekitar 2 Persen

Benny Tjokro Klaim Keterlibatan Sahamnya di Jiwasraya Hanya Sekitar 2 Persen

Nasional
BMKG Sudah Ingatkan soal Cuaca Ekstrem ke Pemerintah Daerah

BMKG Sudah Ingatkan soal Cuaca Ekstrem ke Pemerintah Daerah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X