Ditjen PAS Sebut Tak Ada Napi yang Kabur Pasca-kebakaran di Rutan Pidie, Aceh

Kompas.com - 03/06/2019, 19:23 WIB
Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II-B, Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh diduga dibakar napi yang mengamuk setelah petugas mengambil dispenser dalam kamar para napi, Seni (3/6/2019). KOMPAS.COM/ RAJA UMARRumah Tahanan (Rutan) Kelas II-B, Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh diduga dibakar napi yang mengamuk setelah petugas mengambil dispenser dalam kamar para napi, Seni (3/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan ( Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM menyebutkan, tidak ada penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II-B Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh, yang melarikan diri pasca-kebakaran di rutan tersebut, Senin (3/6/2019).

"Sampai saat ini belum ada informasi adanya narapidana Rutan Sigli yang melarikan diri," kata Kepala Bagian Humas Ditjen PAS Ade Kusmanto ketika dihubungi Kompas.com, Senin.

Berdasarkan data Ditjen PAS, penghuni lapas tersebut berjumlah 466 orang, yang terdiri dari 347 napi dan 119 tahanan.

Baca juga: Pasca-kebakaran Rutan Pidie di Aceh, Narapidana Minta Pegawai Lapas Dipindahkan

Padahal, kapasitas rutan tersebut hanya sebanyak 120 penghuni. Menurut Ade, petugas gabungan di lapangan sedang berusaha agar situasi tetap kondusif.

"Saat ini petugas Rutan Sigli, tim Kanwil Kemenkumham Aceh dibantu petugas Kepolisian sedang meredam suasana agar kerusuhan tidak meluas," kata dia.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Meurah Budiman menyebutkan, kondisi rutan sudah kembali normal seperti biasa.

Peristiwa ini dipicu pembakaran yang dilakukan narapidana karena emosi terhadap seorang petugas yang mengambil dispenser di dalam kamar napi.

Baca juga: Kebakaran Rutan di Pidie Aceh, Napi Larang Polisi Masuk

“Tadi sudah dilakukan negosiasi, napi sudah tertib kembali, tidak ada yang kabur dan korban dalam insiden rusuh pembakaran di rutan,” kata Meurah.

Menurut Meurah, negosiasi narapidana dan pihak rutan saat terjadi kerusuhan dan kebakaran berhasil dilakukan setelah pihak lapas menerima sejumlah tuntutan narapidana.

Tuntutan itu di antaranya beberapa pegawai lapas yang selama ini bertugas di Rutan Pidie untuk segera dipindahkan, narapidana segera dapat menerima kunjungan tamu, menerima makanan dari keluarga serta dapat bertemu dengan keluarga pada hari Lebaran.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X