Dibandingkan H-3 Tahun Lalu, Angka Kecelakaan Mudik Tahun Ini Menurun

Kompas.com - 03/06/2019, 19:12 WIB
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (3/6/2019). KOMPAS.com/Devina HalimKepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (3/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Polri mengungkapkan ada penurunan angka kecelakaan lalu lintas pada H-3 Hari Raya Idul Fitri 2019 jika dibandingkan waktu yang sama tahun 2018.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengungkapkan, penurunan tersebut sebesar 71 kasus.

Pada 2018, angka kecelakaan tercatat 138 peristiwa, dan tahun ini tercatat 67 peristiwa pada periode yang sama.

Baca juga: Fakta di Balik Kecelakaan Staf KPU di Tol Pemalang, Gara-gara Mengantuk hingga Mobil Terjun ke Parit

"Kalau kita bicara kecelakaan lalu lintas sampai H-3, kita bandingkan tahun lalu, 2018 itu H-3 sebanyak 138. Hari ini ada penurunan signifikan yaitu sebanyak 67 kecelakaan. Itu artinya ada 57 persen penurunan kecelakaan lalu lintas," ujar Asep di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (3/6/2019).

Asep mengatakan, saat ini masyarakat sudah dapat menikmati jalur tol yang tersambung dengan jarak tempuh yang cukup jauh, khususnya di wilayah Pulau Jawa.

Meski demikian, ia mengingat pengemudi untuk tetap waspada saat berkendara.

"Itu jadi titik rawan juga karena ada titik-titik atau waktu di mana ketika padat dan sangat lengang. Itu perlu jadi kewaspadaan pemudik," kata Asep.

Baca juga: Kemenhub Waspadai Tingginya Risiko Kecelakaan Lalu Lintas ke Daerah Wisata

Operasi Ketupat 2019 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri tersebut berlangsung selama 13 hari, pada 29 Mei-10 Juni 2019.

Operasi yang melibatkan 160.335 personel gabungan tersebut diselenggarakan di seluruh Polda di Indonesia.

Dalam operasi ini, terdapat 11 Polda yang menjadi prioritas, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Lampung, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Bali, dan Papua.

Salah satu yang diantisipasi oleh aparat gabungan adalah serangan teror terhadap masyarakat dan pihak berwajib.

Baca juga: Merawat Tradisi untuk Menurunkan Resiko Kecelakaan Mudik

Potensi kerawanan lainnya seperti perampokan, begal, pencurian, sweeping oleh ormas, hingga gangguan terhadap kelancaran dan keselamatan angkutan transportasi.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah stabilitas dan ketersediaan bahan pangan, serta potensi bencana alam.

Baca tentang
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X