Periksa Menteri Jonan, KPK Telusuri Pengesahan RUPTL hingga Dugaan Pertemuan dengan Eni dan Kotjo

Kompas.com - 31/05/2019, 18:15 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan memberikan kuliah umum tentang Wawasan Kebangsaan di Auditorium Benedictus Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (6/4/2019). Menteri Ignasius Jonan menjelaskan mengenai pencapaian-pencapaian pemerintah khususnya di bawah kewenangan Kementerian ESDM dalam upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat terutama yang berada di daerah-daerah pelosok dan terpencil di Indonesia. ANTARA FOTO/Moch Asim/wsj.ANTARA FOTO/Moch Asim Menteri ESDM Ignasius Jonan memberikan kuliah umum tentang Wawasan Kebangsaan di Auditorium Benedictus Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (6/4/2019). Menteri Ignasius Jonan menjelaskan mengenai pencapaian-pencapaian pemerintah khususnya di bawah kewenangan Kementerian ESDM dalam upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat terutama yang berada di daerah-daerah pelosok dan terpencil di Indonesia. ANTARA FOTO/Moch Asim/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan telah diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jonan diperiksa untuk dua tersangka dalam dua perkara yang berbeda.

Salah satunya terkait kasus dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau. Ia diperiksa untuk tersangka mantan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir.

"Untuk kasus dengan tersangka SFB terhadap Jonan sebagai saksi didalami pengetahuannya terkait pengesahan RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) kemudian tarif, dan proyek-proyek PLTU," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (31/5/2019).

Baca juga: Diperiksa KPK, Ignasius Jonan Mengaku Ditanya soal Tupoksi


 

Selain itu, KPK juga mengonfirmasi soal dugaan adanya pertemuan antara Jonan bersama mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo. Eni dan Kotjo telah divonis bersalah pada kasus PLTU Riau-1.

"Termasuk kami mengonfirmasi informasi adanya pertemuan antara saksi (Jonan) dengan Eni dan Kotjo. Dua pihak yang awalnya kami proses melalui operasi tangkap tangan pada waktu sebelumnya," kata dia.

Baca juga: Sambangi Markas Chevron di AS, Jonan Bahas Proyek Deepwater

Saat disinggung soal sumber informasi tersebut, Febri enggan menjawabnya. Pada penyidikan dan persidangan dengan para terdakwa sebelumnya, KPK tidak menyinggung informasi dugaan pertemuan antara Jonan dan Eni serta Kotjo.

"Secara spesifik tidak bisa disampaikan karena informasi tersebut bisa berasal dari berbagai sumber bukti-bukti yang dimiliki penyidik. Itu yang perlu kami konfirmasi dan perlu kami klarifikasi dari pemeriksaan hari ini," kata dia.

Baca juga: Kata Jonan, Empat Hal Ini Akan Jadi Tren di Revolusi Industri 4.0

"Secara materiil atau secara substansi tentu saya tidak bisa menjelaskan lebih dalam materi pemeriksaannya dan apakah pertemuan itu dikonfirmasi oleh saksi (Jonan) atau tidak. Tapi nanti semua akan kami tuangkan dalam proses lebih lanjut," sambung Febri.

Dalam kasus PLTU Riau 1, Sofyan diduga bersama-sama membantu mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan kawan-kawan menerima hadiah atau janji dari Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.

Hal itu terkait kepentingan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau 1.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X