BNPB Akan Fokus pada 4 Sektor untuk Kurangi Risiko Bencana Alam

Kompas.com - 31/05/2019, 18:01 WIB
Konferensi pers terkait laporan dan prediksi bencana alam di kantor BNPB, Jakarta Timur, Jumat (31/5/2019). CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.comKonferensi pers terkait laporan dan prediksi bencana alam di kantor BNPB, Jakarta Timur, Jumat (31/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) akan fokus terhadap empat sektor yang rawan dan memiliki risiko terhadap dampak bencana alam yang tinggi untuk tahun depan, yaitu rumah penduduk, sekolah, rumah ibadah, dan rumah sakit.

Hal itu didasarkan pada hasil pendataan BNPB terkait bencana alam yang terjadi pada 2018 hingga Mei 2019.

"Nah, kalau kita lihat dari dampak yang terjadi, paling tidak dari sektor rumah penduduk, fasilitas pendidikan, rumah ibadah, dan kesehatan, ini cukup besar sehingga pada tahun ke depan harus ada skenario terhadap empat sektor ini," ujar Direktur Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Jumat (31/5/2019).

Pada 18-19 Juni 2019, BNPB akan menggelar sebuah acara yang salah satunya membahas terkait empat sektor sarana dan prasarana yang rawan bencana.


Lilik menjelaskan, dalam acara tersebut, BNPB akan membuat skenario atau desain bagaimana membuat empat sektor tersebut memiliki bangunan yang tangguh akan bencana.

"Contohnya saja ya, terjadi peningkatan rumah yang rusak pada bencana yang terjadi antara tahun 2018 dan 2019. Di tahun 2018, rumah rusak karena bencana sebanyak 25.780, kemudian meningkat di tahun 2019 menjadi 26.683," kata dia.

Dia menyebutkan, sepanjang 2019 terjadi 1.901 bencana. Bencana-bencana itu menyebabkan 349 orang meninggal, 24 hilang, serta ribuan mengalami luka-luka.

“Saya akan sampaikan data bencana 2019, 1 Januari sampai 31 mei terjadi 1.901 bencana. Menyebabkan 349 orang meninggal dunia, 24 hilang, 1.485 luka luka, 1.239.439 mengungsi,” ujar Lilik.

“4.143 rusak berat, 4.285 rusak sedang, 17.565 rusak ringan. 856 fasilitas umum rusak,” lanjut dia.

Lilik mengatakan, dari keseluruhan bencana itu, 98 persen merupakan bencana hidrometerologi, sedangkan 2 persen sisanya bencana geologi.

Jika dibandingkan lima bulan pertama 2018, bencana pada 2019 mengalami peningkatan yang signifikan, sekitar 300 peristiwa.

Angka ini juga diikuti dengan jumlah korban jiwa yang lebih banyak.

“Kalau kita sandingkan antara tahun ini dan 2018, dalam 5 bulan pertama di 2018 dan 2019 jumlah kejadian meningkat. 2018 itu 1.640 bencana, 2019 ada 1.901,” ujar Lilik.

“Meninggal dan hilang 2018 sebanyak 189, sedangkan 2019 jadi 373 orang,” lanjut dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Papua Diduga Lakukan Obstruction of Justice dalam Penanganan Peristiwa Paniai, Polri Tunggu Laporan Komnas HAM

Polda Papua Diduga Lakukan Obstruction of Justice dalam Penanganan Peristiwa Paniai, Polri Tunggu Laporan Komnas HAM

Nasional
Sabtu, Masyarakat Aceh Akan Serahkan Sejumlah Rekomendasi Akademik ke Presiden Jokowi

Sabtu, Masyarakat Aceh Akan Serahkan Sejumlah Rekomendasi Akademik ke Presiden Jokowi

Nasional
Adik Mentan Dapat Rekomendasi PAN Sebagai Bakal Calon Wali Kota Makassar

Adik Mentan Dapat Rekomendasi PAN Sebagai Bakal Calon Wali Kota Makassar

Nasional
Kejagung Periksa 13 Orang yang Keberatan Rekening Efeknya Diblokir

Kejagung Periksa 13 Orang yang Keberatan Rekening Efeknya Diblokir

Nasional
Pemerintah Ingin Capai 4 Fokus Lewat Komite Ekonomi dan Keuangan Syariah

Pemerintah Ingin Capai 4 Fokus Lewat Komite Ekonomi dan Keuangan Syariah

Nasional
Sabtu Besok, Jokowi Dijadwalkan Makan Bersama Ribuan Warga Aceh di Kenduri Kebangsaan

Sabtu Besok, Jokowi Dijadwalkan Makan Bersama Ribuan Warga Aceh di Kenduri Kebangsaan

Nasional
Pilkada 2020 Tingkat Kabupaten/Kota, 160 Paslon Berpotensi Maju Jalur Independen

Pilkada 2020 Tingkat Kabupaten/Kota, 160 Paslon Berpotensi Maju Jalur Independen

Nasional
Wapres Ma'ruf Amin Sebut Pemerintah Terus Berupaya Perbaiki Kesejahteraan Guru

Wapres Ma'ruf Amin Sebut Pemerintah Terus Berupaya Perbaiki Kesejahteraan Guru

Nasional
Soal Ketahanan Keluarga, Ma'ruf: Apakah Harus Diselesaikan dengan Undang-undang

Soal Ketahanan Keluarga, Ma'ruf: Apakah Harus Diselesaikan dengan Undang-undang

Nasional
Kemenkes Sebut 3 WNI di Wuhan Sudah Sehat dan Ingin Pulang

Kemenkes Sebut 3 WNI di Wuhan Sudah Sehat dan Ingin Pulang

Nasional
Yusril Anggap Wajar Ada Kesalahan Pengetikan pada RUU Cipta Kerja

Yusril Anggap Wajar Ada Kesalahan Pengetikan pada RUU Cipta Kerja

Nasional
36 Kasus Distop Penyelidikannya, KPK Tak Sangka Jadi Heboh

36 Kasus Distop Penyelidikannya, KPK Tak Sangka Jadi Heboh

Nasional
Pemerintah Siapkan Sejumlah Lokasi Alternatif untuk Karantina 74 WNI Kru Diamond Princess

Pemerintah Siapkan Sejumlah Lokasi Alternatif untuk Karantina 74 WNI Kru Diamond Princess

Nasional
Wapres Ma'ruf Amin Minta Guru Beradaptasi di Era Revolusi Industri 4.0

Wapres Ma'ruf Amin Minta Guru Beradaptasi di Era Revolusi Industri 4.0

Nasional
KPK Hentikan 36 Penyelidikan, Sebagian Besar Terkait Dugaan Suap

KPK Hentikan 36 Penyelidikan, Sebagian Besar Terkait Dugaan Suap

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X