Isu Ekonomi Capres-Cawapres Dinilai "Tenggelam" oleh Politik Identitas

Kompas.com - 29/05/2019, 19:44 WIB
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat berkampanye di lapangan Mandala, Kabupaten Merauke, Papua, Senin (25/3/2019). Dok. Tim media pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga UnoCalon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat berkampanye di lapangan Mandala, Kabupaten Merauke, Papua, Senin (25/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Isu ekonomi pada Pemilu 2019 dinilai tenggelam oleh isu-isu politik identitas. Efek ekonomi terhadap dampak elektoral salah satu kandidat calon presiden dan wakil presiden pun tak terlihat.

"Efek ekonomi terhadap pilihan elektoral tak terlalu terlihat. Sebaliknya, efek populisme agama semakin kuat," ujar Direktur Alvara Research Center Hasanuddin Ali saat diskusi bertajuk "Populisme Agama dalam Demokrasi Elektotal" di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (29/5/2019).

Ali menjelaskan, tiga indikator ekonomi yang diuji menunjukkan tidak adanya korelasi antara perolehan suara Joko Widodo-Ma'ruf Amin per provinsi dan gini ratio, indeks pembangunan manusian (IPM), dan persentase penduduk miskin.

Baca juga: Kalah Telak di Sumbar, Prestasi Jokowi Tak Mampu Luluhkan Politik Identitas

Sebaliknya, lanjutnya,ada korelasi yang sangat kuat antara perolehan suara Jokowi-Amin dan persentase penduduk muslim di setiap provinsi.

"Semakin besar proporsi pemilih muslim, semakin menurun suara paslon 01. Sebaliknya, semakin banyaknya pemilih non muslim di suatu provinsi, semakin sedikit yang memilih paslon 02," ungkapnya kemudian.

Ali menuturkan, isu ekonomi yang sempat menjadi arus utama dari Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga sulit untuk mengangkat suara elektoral lantaran menguatnya polarisasi politik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Polarisasi politik, tuturnya, sudah membuat pemilih menentuka pilihanya jauh-jauh hari.

"Pemilih sudah memutuskan pilihan jauh sebelum masa kampanye terbuka dimulai. Jadi, tidak ada hubungan yang signifikan antara isu ekonomi dengan elektoral kedua paslon," paparnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Syarat PCR untuk Naik Pesawat, Pimpinan Komisi IX: Lebih Baik Mencegah daripada Mengobati

Syarat PCR untuk Naik Pesawat, Pimpinan Komisi IX: Lebih Baik Mencegah daripada Mengobati

Nasional
Dilaporkan ke Dewas Lagi, Lili Pintauli Didesak Mundur sebagai Pimpinan KPK

Dilaporkan ke Dewas Lagi, Lili Pintauli Didesak Mundur sebagai Pimpinan KPK

Nasional
Mahfud MD Pastikan Tak Akan Berhenti Tindak Tegas Pinjol Ilegal

Mahfud MD Pastikan Tak Akan Berhenti Tindak Tegas Pinjol Ilegal

Nasional
Pacaran Pakai Mobil Patroli, Bripda Arjuna Bagas Segera Disidang

Pacaran Pakai Mobil Patroli, Bripda Arjuna Bagas Segera Disidang

Nasional
Warga Didorong Berani Lapor Polisi jika Diteror Pinjol Ilegal, LPSK Akan Dilibatkan

Warga Didorong Berani Lapor Polisi jika Diteror Pinjol Ilegal, LPSK Akan Dilibatkan

Nasional
Mahfud Terima Laporan Warga Bunuh Diri karena Diteror Pinjol Ilegal

Mahfud Terima Laporan Warga Bunuh Diri karena Diteror Pinjol Ilegal

Nasional
Imparsial Kritik Surat Peringatan Plt Bupati Sintang soal Pembongkaran Masjid Ahmadiyah

Imparsial Kritik Surat Peringatan Plt Bupati Sintang soal Pembongkaran Masjid Ahmadiyah

Nasional
Dukung Pemerintah Perangi Mafia Tanah, LPSK Siap Lindungi Korban

Dukung Pemerintah Perangi Mafia Tanah, LPSK Siap Lindungi Korban

Nasional
MAKI: Jika Laporan Novel Terbukti, Lili Pintauli telah Berkhianat terhadap Amanah

MAKI: Jika Laporan Novel Terbukti, Lili Pintauli telah Berkhianat terhadap Amanah

Nasional
Satgas Sebut Pembukaan Bertahap Harus Waspadai Perkembangan Pandemi Dunia

Satgas Sebut Pembukaan Bertahap Harus Waspadai Perkembangan Pandemi Dunia

Nasional
Ini Salah Satu Kriteria Model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak Menurut Menteri PPPA

Ini Salah Satu Kriteria Model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak Menurut Menteri PPPA

Nasional
Kemendagri Wajibkan Lembaga Pengguna Data Kependudukan dari Dukcapil Terapkan Zero Data Sharing Policy

Kemendagri Wajibkan Lembaga Pengguna Data Kependudukan dari Dukcapil Terapkan Zero Data Sharing Policy

Nasional
Ma'ruf Nilai 2021 Momentum Kebangkitan Ekonomi Syariah, Ini Alasannya

Ma'ruf Nilai 2021 Momentum Kebangkitan Ekonomi Syariah, Ini Alasannya

Nasional
Update Aturan Perjalanan Dalam Negeri Terbaru, Berlaku Mulai 21 Oktober 2021

Update Aturan Perjalanan Dalam Negeri Terbaru, Berlaku Mulai 21 Oktober 2021

Nasional
Polisi yang Pacaran Pakai Mobil Patroli Didisplinkan, Propam Polri: Dimutasi Jadi Staf

Polisi yang Pacaran Pakai Mobil Patroli Didisplinkan, Propam Polri: Dimutasi Jadi Staf

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.