Waketum AMPG Setuju Kepemimpinan Airlangga Hartarto Segera Dievaluasi Lewat Munas

Kompas.com - 29/05/2019, 06:50 WIB
Ketua Umum DPP Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto memberikan pidato politiknya saat Kampanye Akbar Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (9/4/2019). Dalam kampanye tersebut Golkar mengajak untuk memilih kader dari partai Golkar serta memilih pasangan Capres -Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) - Maruf Amin pada Pemilu 2019.  ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAKetua Umum DPP Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto memberikan pidato politiknya saat Kampanye Akbar Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (9/4/2019). Dalam kampanye tersebut Golkar mengajak untuk memilih kader dari partai Golkar serta memilih pasangan Capres -Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) - Maruf Amin pada Pemilu 2019. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama.
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar ( AMPG) Abdul Aziz, setuju kepemimpinan Airlangga Hartarto di Partai Golkar harus segera dilakukan secepatnya lewat forum Musyawarah Nasional.

Ia menilai Munas mendesak dipercepat karena menurunnya suara Golkar di pemilu legislatif 2019.

"Evaluasi menyeluruh terhadap perolehan suara partai yang menurun ini harus dilakukan secepatnya, dan sarana yang paling tepat untuk ini adalah Munas,” kata Abdul Aziz saat dihubungi, Selasa (28/5/2019) malam.

Abdul mengatakan, masa bakti kepengurusan Ketum Airlangga akan selesai pada tahun ini. Namun yang jadi perdebatan di internal adalah pada bulan apa Munas untuk memilih ketua umum baru harus dilakukan.

Baca juga: DPD Golkar NTT Harap Tak Ada Percepatan Munas Demi Soliditas Partai

Ia sepakat Munas yang merupakan forum tertinggi di Partai Golkar itu digelar dalam waktu dekat, tidak menunggu sampai akhir tahun. Apalagi, 25 Dewan Pimpinan Daerah Golkar tingkat I juga disebut-sebut sudah sepakat agar Munas dipercepat.

"Karena peran DPP saat pileg kemarin dirasakan sangat minim di daerah, bahkan nyaris tidak ada. Maka berdasarkan evaluasi dan masukan dari ketua ketua PD AMPG di daerah bahwa percepatan Munas sudah mutlak untuk segera dilakukan” kata Abdul Aziz.

Berdasarkan rekapitulasi akhir KPU, Golkar meraih 17.229.789 suara atau 12,3 persen. Golkar berada di bawah PDI-P dan Gerindra dalam hal raihan suara nasional.

Hasil itu membuat Golkar hanya meraih 85 kursi di DPR, turun dari 2014 dimana partai beringin menempatkan 91 orang wakilnya di Senayan. Sementara pada Pemilu 2019, Golkar menargetkan 105 kursi di DPR. 

Abdul mengatakan, capaian Golkar di Pileg 2019 yang tak memuaskan itu membuat posisi pimpinan mendesak untuk dievaluasi. Menurut dia, sejak dulu Golkar sangat fair dalam memberikan evaluasi terhadap pimpinan partai.

"Kalau dinilai gagal ya pasti kita dorong agar Ketum Airlangga diganti dalam Munas nanti. Kami PP AMPG sebagai sayap partai akan tetap straight menyuarakan percepatan Munas ini demi mengembalikan kejayaan partai” ujarnya. 

Sebelumnya, salah satu politisi Golkar Aziz Samual menargetkan agar Munas bisa digelar pada bulan Juli 2019. Mantan Ketua Pemenangan Pemilu Wilayah Timur Partai Golkar itu menyebut para pengurus daerah sudah melakukan konsolidasi dan mencapai kata sepakat.

Baca juga: DPD Golkar Bali: Partai Dalam Kondisi Terombang-ambing, 85 Kursi Patut Disyukuri

"Konsolidasi sudah bulat, 25 DPD I dan beberapa DPD II sudah merestui percepatan Munas ini," kata Azis dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/5/2019).

Namun, pernyataan Aziz dibantah Ketua Koordinator bidang Hankam DPP Golkar, Happy Bone Zulkarnain. Ia menyebut para pengurus daerah justru bersyukur dengan capaian Golkar di Pileg.

"Saya tidak menemukan komplain dari 25 DPD I yang meminta Ketua Umum untuk mundur karena dinilai gagal dalam mencapai target di pemilu 2019," kata Happy.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Ajak Kader Gerindra Bantu Negara Tangani Dampak Pandemi Covid-19

Jokowi Ajak Kader Gerindra Bantu Negara Tangani Dampak Pandemi Covid-19

Nasional
Kongres Luar Biasa secara Virtual Saat Pandemi, Gerindra Siap Daftar ke Muri

Kongres Luar Biasa secara Virtual Saat Pandemi, Gerindra Siap Daftar ke Muri

Nasional
KSAD Jadi Wakil Komite Penanganan Covid-19, Mahfud: Keterlibatan TNI Diperlukan

KSAD Jadi Wakil Komite Penanganan Covid-19, Mahfud: Keterlibatan TNI Diperlukan

Nasional
UPDATE 8 Agustus: Kasus Covid-19 DKI Jakarta Kembali Lampaui Jawa Timur

UPDATE 8 Agustus: Kasus Covid-19 DKI Jakarta Kembali Lampaui Jawa Timur

Nasional
Prabowo: Gerindra Besar Bukan karena Ketum, tetapi Berhasil Tangkap Keluhan Rakyat

Prabowo: Gerindra Besar Bukan karena Ketum, tetapi Berhasil Tangkap Keluhan Rakyat

Nasional
Pemerintah Beri Bintang Jasa 22 Tenaga Medis yang Gugur Saat Rawat Pasien Covid-19

Pemerintah Beri Bintang Jasa 22 Tenaga Medis yang Gugur Saat Rawat Pasien Covid-19

Nasional
Platform E-Learning ASN Unggul Jadi Solusi Pelatihan ASN di Tengah Pandemi

Platform E-Learning ASN Unggul Jadi Solusi Pelatihan ASN di Tengah Pandemi

Nasional
Sebaran 2.277 Kasus Baru Covid-19 RI, DKI Jakarta Tertinggi dengan 686

Sebaran 2.277 Kasus Baru Covid-19 RI, DKI Jakarta Tertinggi dengan 686

Nasional
UPDATE 8 Agustus: Kasus Suspek Covid-19 Capai 83.624

UPDATE 8 Agustus: Kasus Suspek Covid-19 Capai 83.624

Nasional
Prabowo: Banyak Partai Muncul dan Cepat Hilang, Gerindra Kokoh 12 Tahun

Prabowo: Banyak Partai Muncul dan Cepat Hilang, Gerindra Kokoh 12 Tahun

Nasional
UPDATE 8 Agustus: Total 1.693.880 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

UPDATE 8 Agustus: Total 1.693.880 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

Nasional
Sah, Prabowo Subianto Kembali Jadi Ketum Partai Gerindra

Sah, Prabowo Subianto Kembali Jadi Ketum Partai Gerindra

Nasional
UPDATE: Bertambah 65, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Kini 5.658

UPDATE: Bertambah 65, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Kini 5.658

Nasional
UPDATE: Bertambah 1.749, Kini Ada 79.306 Pasien Sembuh dari Covid-19

UPDATE: Bertambah 1.749, Kini Ada 79.306 Pasien Sembuh dari Covid-19

Nasional
UPDATE: Kini Ada 123.503 Kasus Covid-19 di Indonesia, Bertambah 2.277

UPDATE: Kini Ada 123.503 Kasus Covid-19 di Indonesia, Bertambah 2.277

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X